Peranan Metabolit Sekunder sebagai Antimikroba

Authors

  • Ilfia Islamiati Putri 12Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Padang, Indonesia
  • Moralita Chatri Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Padang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/jptam.v8i1.14652

Keywords:

Metabolit, Sekunder, Mikroba, Senyawa

Abstract

Tumbuhan menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antimikroba. Senyawa kimia dalam tumbuhan merupakan hasil metabolisme sekunder dari tumbuhan itu sendiri yang sangat bervariasi jumlah dan jenisnya. Metabolit sekunder adalah senyawa yang dihasilkan oleh tanaman dengan peran biologis dan ekologi berfungsi sebagai pembawa pesan antarorganisme, melibatkan interaksi dengan lingkungan dan organisme lain. Senyawa metabolit sekunder dari tumbuhan itu sendiri dikelompokkan menjadi beberapa golongan berdasarkan struktur kimianya yaitu alkaloid, flavonoid dan saponin. Studi ini bertujuan memberikan informasi mengenai jenis senyawa metabolit sekunder pada tumbuhan, serta pemanfaatan senyawa metabolit sekunder sebagai antimikroba dalam berbagai kehidupan. Metode penelitian yang digunakan pada penulisan artikel ini adalah menggunakan literature review.

References

Adegoke, AA & Adebayo-tayo, BC. 2009. ‘Antibacterial activity and phytochemical analysis of leaf extracts of Lasienthera africanum’. African Journal of Biotechnology. 8 (1): 77-80.

Agustina, S., Ruslan, R., & Wiraningtyas, A. 2016. Skrining fitokimia tanaman obat di kabupaten Bima. Jurnal Cakra Kimia, 4(1), 71-76.

Aksara, R., Musa, W. J., & Alio, L. 2013. Identifikasi Senyawa Alkaloid Dari Ekstrak Metanol Kulit Batang. Jurnal Entropi, 8(01).

Cavalieri, S.J., I.D. Rankin.,R.J. Harbeck., R.S. Sautter., Y.S. Mc Carter., S.E. Sharp., J.H. Ortez & C.A. Spiegel. 2005. Manual of Antimicrobial Suspectibility Testing. American Society for Microbiology, USA.

Chatri, M. 2016. Pengantar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Padang: Kencana.

Crozier, A., Clifford, M. N., & Ashihara, H. 2006. Plant secondary metabolites. Occurrence, Structure and Role in the Human Diet, Blackwell-Publishers.

Ebadi, M. 2007. Desk reference of clinical pharmacology. CRC press.

Faradiba, A., A. Gunadi, D. Praharani. 2016. Daya Antibakteri Infusa Daun Asam Jawa (Tamarindus indica Linn) Terhadap Streptococcus mutans. Jurnal Pustaka Kesehatan, Vol 4 (1) Hal 55-60.

Firawati. 2018. Isolasi dan Identifikasi Senyawa Saponin Ekstrak Butanol Daun Majapahit (Cresentia cujete) dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis dan Spektrofotometri Infra Merah.

Forester, H. 2006. American Journal Clinical Nutrition, 103(15) : 66-71.

Guo B., J. Dai, S. Ng, Y. Huang, C. Leong, W. Ong, & BK. Carte. 2000. Cytonic acid A and B, novel tridepside inhibitor of hCMV protease from the endophytic fungus Cytonaema sp. Journal Nat Prod. 63: 602-604.

Harborne JB. 1997. Phytochemical Methods. Terjemahkan. Padmawinata K., Soediro I. Penerbit ITB, Bandung.

Hendra, R., Ahmad, S., Sukari, A., Shukor, M. Y., & Oskoueian, E. 2011. Flavonoid analyses and antimicrobial activity of various parts of Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl fruit. International journal of molecular sciences, 12(6), 3422-3431.

Indra, I., Nurmalasari, N., & Kusmiati, M. 2019. Fenolik Total, Kandungan Flavonoid, dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Mareme (Glochidion arborescense Blume.). JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis), 6(3), 206-212.

Indrawati, N. L., Farm, S., & Razimin, S. S. 2013. Bawang Dayak: Si Umbi Ajaib Penakluk Aneka Penyakit. AgroMedia.

Jones, William P., Kinghorn, A. Douglas. 2012. Extraction of Plant Secondary Metabolites. Methods in Biotechnology, Natural Product Isolation, 2nd edition 20.

Kar, Ashutosh. 2003. Pharmacognosy and Pharmabiotechnology (Revised-Expanded Second Edition. New Delhi: New Age International Limited Publisher.

Kumala, S., Shanny, F., & Wahyudi, P. 2006. Aktivitas Antimikroba Metabolit Bioaktif Mikroba Endofitik Tanaman Trengguli (Cassia fistula L.). Jurnal Farmasi Indonesia, 3(2), 97-102.

Mulyanita, M., Djali, M., & Setiasih, I. S. 2019. Total fenol, flavonoid dan aktivitas antimikroba ekstrak limbah kulit lidah buaya (Aloe chinensis Baker). Jurnal Vokasi Kesehatan, 5(2), 95-102.

Novitasari, A. E., dan Dinda Z. P. 2016. Isolasi dan Identifikasi Saponin pada Ekstrak Daun Mahkota Dewa dengan Ekstraksi Maserasi. Jurnal Sains. Vol. 6 (12): 10-14.

Nuria, C. 2009. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus, Escherechia coli dan Salmonela typhi. Jurnal Uji Antibakteri, 5 (2): 10-12.

Patel, Jay M. 2008. A Review of Potential Health Benefits of Flavonoids. Lethbridge Undergraduate Research Journal. 3(2).

Rismawati, S. N., & Ismiyati, I. 2017. Pengaruh variasi pH terhadap kadar flavonoid pada ekstraksi propolis dan karakteristiknya sebagai antimikroba. Jurnal Konversi, 6(2), 89-94.

Rizkita, A. D., Dewi, S. A., Wibowo, E. A. P., & Maulana, I. 2021. Isolasi dan Identifikasi Saponin dari Ekstrak Leunca (Solanium ningrum L.) secara Spektrofotometri Infra Merah. Jurnal Ilmiah Sains, 166-169.

Rofiatiningrum, A. 2015. Penggunaan Gel Lidah Buaya (Aloe Vera L.) sebagai Antijamur pada Dendeng Daging Sapi Giling. Students e-Journal, 4(4).

Sari, K., Advinda, L., Anhar, A., & Chatri, M. 2022. Potential Of Red Shoot Leaf Extract (Syzygium oleina) as An Antifungi Against the Growth of Sclerotium rolfsii in vitro. Jurnal Serambi Biologi. 7(2). 163-168.

Schuier, M., Sies, H., Illek, B., & Fischer, H. (2005). Cocoa-Related Flavonoids Inhibit CFTR-Mediated Chloride Transport Across T84 Human Colon Epithelia. The Journal of nutrition, 135(10), 2320-2325.

Strobel, G. A., Miller, R. V., Martinez-Miller, C., Condron, M. M., Teplow, D. B., & Hess, W. M. 1999. Cryptocandin, a potent antimycotic from the endophytic fungus Cryptosporiopsis cf. quercina. Journal Microbiology, 145(8), 1919-1926.

Suhartono, S., & Nursanty, R. 2012. Bioprospecting soil Actinomycetes: Isolation and Antibacterial Assay. Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi, 4(1), 1-6.

Tassou, C., Koutsoumanis, K., & Nychas, G. J. 2000. Inhibition of Salmonella enteritidis and Staphylococcus aureus in nutrient broth by mint essential oil. Food research international, 33(3-4), 273-280.

Tisnadjaja, Dradjat. 2006. Bebas Kolestrol dan Demam Berdarah dengan Angkak. Niaga Swadaya : Jakarta.

Wijaya, I. K. W. A., & Masfufatun, M. 2022. Potensi Lidah Buaya (Aloe vera) sebagai Antimikroba dalam Menghambat Pertumbuhan Beberapa Fungi: Literature Review. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 18(2), 202-211.

Wink, M. 2008. Plant secondary metabolism: diversity, function and its evolution. Natural Product Communications. 3(8).

Yanuartono, H. Purnamaningsih, A. Nururrozi, & S. Indarjulianto. 2017. Saponin: Dampak terhadap Ternak (Ulasan). Jurnal Peternakan Sriwijaya. Vol. 6 (2): 79-90. ISSN 2303-1093.

Downloads

Published

26-04-2024

How to Cite

Ilfia Islamiati Putri, & Chatri, M. (2024). Peranan Metabolit Sekunder sebagai Antimikroba. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1), 15933–15940. https://doi.org/10.31004/jptam.v8i1.14652

Issue

Section

Articles of Research

Citation Check