Kekerabatan Bahasa Dialek Tegal dan Yogyakarta: Kajian Linguistik Historis Komparatif dan Implikasinya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA
DOI:
https://doi.org/10.31004/jptam.v7i2.8043Keywords:
Linguistik, Kekerabatan Bahasa, ImplikasiAbstract
Berbicara mengenai kekerabatan bahasa dari sekian banyaknya bahasa daerah di Indonesia, terdapat beberapa bahasa dengan penutur yang dominan. Bahasa yang menduduki peringkat pertama jumlah penuturnya adalah bahasa Jawa dengan penutur 84 juta Jiwa lebih salah satu pengguna bahasa Jawa yaitu dialek Tegal dan Yogyakarta, namun tentunya meski sama-sama menggunakan bahasa Jawa terdapat pula persamaan atau perbedaan di antaranya sehingga terkadang menimbulkan kesalah pahaman kosa kata dan maknanya hal ini yang membuat penulis tertarik untuk meneliti bentuk kosa kata dan persamaan kosa kata dialek Tegal dan Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskritif dengan menggunakan analisis data kualitatif. Dari hasil penelitian terdapat 50 bentuk kosa kata dialek Tegal dan dialek Yogyakarta, dengan persamaan kosa kata sejumlah 43 dan kosa kata yang tidak mirip yaitu 7 kosa kata. Selain itu, hasil dari penelitian ini juga dapat diimplikasikan terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas X pada Kurikulum Merdeka yang menempati tahapan fase E materi pembelajaran “ Teks Laporan Hasil Observasi” tujuan yang tercantum pada 10.1 (Mengevaluasi informasi berupa, gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari teks laporan hasil observasi).
References
Chamber J.K dan P. Trudgill. 1995. Dialektologi. Terjemahan Dewan Bahasa dan Pustaka, Malaysia.
Lauder, Multamia R.M.T.” Perkembangan Kajian Dialektologi di Indonesia”. Makalah Pelbba. 15, Jakarta 24-15 Juli 2001.
Muhammad, Sitti Rahmah dan Hendrakumoro.2022.” Hubungan Kekerabatan Bahasa Aceh dan Bahasa Gayo: Kajian Linguistik Historis Komparatif” Metahumaniora: Jurnal Bahasa Sastra dan Budaya. Vol (12) 2, 171-180, https://jurnal.unpad.ac.id. (Diunduh 3 januari 2023).
Mukaramah, Dardania ,dkk.2022. The Kinship Of Acehnese, Minangkabau and Javanese Language: The Study Of Comparative Historical Linguistics.Vol 5 6315-6333.
Mbete, A.1987. “Rekontruksi Protobahasa Bali-Sasak-Sumbawa” Jakarta: Universitas Indonesia (Disertasi Doktor).
Mahsun.1993. Dialektologi Diakronis. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Nababan, PWJ.1984. Sosiolinguistik, Suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia.
Ni`mah, Zulfatun. 2022. Eksetensi Dialek Terhadap Diglosia “ Ngapak-Jawa” Pada Mahasiswa Perantauan Tegal di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Skripsi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Online: https://digilib.uin-suka.ac.id (Diunduh 15 April 2023).
Setiyawan , Arif.2019. Perbandingan Leksikon Bahasa Jawa Dialek Yogyakarta dan Bahasa Jawa Dialek Tegal”. Skripsi Universitas Negeri Semarang. Online: http://lib.unnes.ac.id (Diunduh 7 Februari 2023).
Zakiyah , Syifa Nur dkk. 2022. Kekerabatan Bahasa Sunda dan Bahasa Jawa Baru: Kajian Linguistik Historis Komparatif. Literasi; Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah. Vol (12)2 2549-2594. Online: https://jurnal.unpas.co.id (Diunduh 3 januari 2023).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2023 Rinda EvianaAuthors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).