Relevansi Konsep Pendidikan Ibnu Khaldun dalam Menciptakan Profesionalisme Tenaga Pendidik Sekolah Dasar

Main Article Content

Putri Sofiatul Maola
Kuswanto Kuswanto

Abstract

Penelitian dilakukan dengan bertujuan untuk menganalisis pemikiran tokoh Ibnu Khaldun mengenai konsep pendidikan serta relevansinya dalam menciptakan profesionalisme tenaga pendidik Sekolah Dasar. Setiap harinya manusia membutuhkan asupan makanan dan minuman untuk menunjang hidupnya berlangsung, begitu pula manusia tidak dapat dipisahkan dengan pendidikan sebagai upaya pemahaman dan pengembangan diri. Penelitian ini berfokus bagaimana konsep pendidikan dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi deskriptif secara analitis. Dimana teori ataupun dasar pembahasan yang diambil tidak perlu di luar ruangan, tetapi berdasarkan dari studi kepustakaan seperti jurnal, artikel dan buku. Pada teori pemikiran Ibnu Khaldun diperoleh hasil bahwa suatu kegiatan belajar mengajar, perlu disertai dengan beberapa kali pengulangan hingga benar-benar paham dan mengerti. Beliau menjelaskan dalam proses pembelajaran perlu disertai konsep biar sedikit asal mengerti untuk  ditanamkan kepada guru Sekolah Dasar agar memiliki profesionalisme dalam mengajar yang kemudian diterapkan kepada siswanya. Tentu hal ini perlu direalisasikan untuk guru Sekolah Dasar saat ini.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Maola, P. S. ., & Kuswanto, K. (2021). Relevansi Konsep Pendidikan Ibnu Khaldun dalam Menciptakan Profesionalisme Tenaga Pendidik Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(1), 1669–1674. Retrieved from https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/1155
Section
Articles of Research

References

Al Hamdi, Ridho. (2017). Ketika Sekolah Menjadi Penjara: Membongkar Dilema Pendidikan Masyarakat Modern. The Journal of Society, 1(1), 11-34.

Burhanuddin, Hamam. (2015). Dekontruksi Pemikiran Ibnu Khaldun Tentang Pendidikan. Edukasi, 3(1), 699-718.

Hasyim, Hafidz. (2012). Watak Peradaban dalam Epistemologi Ibnu Khaldun. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hidayat, Syamsul., & Wakhidah, A. N. (2015). Konsep Pendidikan Islam Ibnu Khaldun Relevansinya Terhadap Pendidikan Nasional. Jurnal Studi Islam, 16(1), 93-102.

Hidayat, Yayat. (2019). Pendidikan dalam Perspektif Ibnu Khaldun. Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 11-22.

Ismail, Faisal. (2017). Paradigma Pendidikan Islam: Analisis Historis, Kebijakan dan Keilmuan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Istiarsono, Zen. (2017). Tantangan Pendidikan dalam Era Globalisasi: Kajian Teoretik. Jurnal Intelegensia, 1(2), 19-24.

Jauhari, M. I. (2020). Konsep Pendidikan Ibnu Khaldun dan Relevansinya Terhadap Pendidikan di Era Modern. Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam, 9(1), 187-210.

Kosim, Muhammad. (2015). Pemikiran Pendidikan Islam Ibn Khaldun dan Relevansinya dengan Sisdiknas. Jurnal Tarbiyah, 22(2), 387-417.

Krissandi, A. D. S., & Rusmawan. (2015). Kendala Guru Sekolah Dasar dalam Implementasi Kurikulum 2013, Cakrawala Pendidikan, 34(3), 457-467.

Kurniawan, Syamsul., & Mahrus, Erwin. (2011). Jejak Pemikiran Tokoh Pendidikan Islam. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Maunah. (2009). Landasan Pendidikan. Yogyakarta: Teras.

Mubarak. (2018). Konsep Pendidikan Sosio-Progresif (Telaah Pemikiran Pendidikan Ibnu Khaldun). Azkiya, 1(2), 68-83.

Nasrullah, Aan. (2020). Pendidikan Karakter Preskpektif Ibnu Khaldun: Suatu Kebutuhan Generasi Milenial di Era Industri 4.0. Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 12(1), 1-17.

Nurainiah. (2019). Pendidikan dalam Perspektif Ibnu Khaldun. Jurnal Studi Pemikiran, Riset dan Pengembangan Pendidikan Islam, 7(1), 92-108.

Pasiska. (2019). Epistemologi Metode Pendidikan Islam Ibnu Khaldun. El-Ghiroh, 17(2), 128-149.

Rohmah, Siti. (2012). Relevansi Konsep Pendidikan Islam Ibnu Khaldun dengan Pendidikan Modern. Forum Tarbiyah, 10(2), 268-280.

Saepudin, Juju. (2015). Model Pembelajaran dalam Perspektif Ibnu Khaldun: Resepsi Terhadap Kitab Muqaddimah. Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan, 13(2), 222-238.

Trianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara.