Karakteristik Siswa Kelas Rendah Sekolah Dasar

Main Article Content

Riri Zulvira
Neviyarni Neviyarni
Irdamurni Irdamurni

Abstract

Pembelajaran disekolah dasar memiliki perbedaan dengan proses pembelajaran yang dilaksanakan dengan level pendidikan lainnya. Proses pembelajaran disekolah dasar harus disesuaikan dengan tingkatan perkembangan siswa bahkan proses perkembangan siswa disekolah dasar pun memiliki perbedaan. Siswa sekolah dasar terbagi menjadi dua yaitu siswa kelas rendah dan siswa kelas tinggi. Banyak proses pembelajaran dikelas rendah yang disamakan pelaksanaanya  dengan proses pembelajaran di kelas tinggi. Hal ini terjadi dikarenkan ketidaktahuan guru mengenai karakteristik perkembangan siswa kelas rendah sekolah dasar. Oleh sebab itu tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk memberikan informasi kepada guru sekolah dasar mengenai karakteristik siswa kelas rendah sekolah dasar.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Zulvira, R. ., Neviyarni, N., & Irdamurni, I. (2021). Karakteristik Siswa Kelas Rendah Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(1), 1846–1851. Retrieved from https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/1187
Section
Articles of Research

References

Ausubel, D. P., & Fitzgerald, D. (1961). The role of discriminability in meaningful learning and retention. Journal of educational psychology, 52(5), 266.

Besler, F., & Kurt, O. (2016). Effectiveness of video modeling provided by mothers in teaching play skills to children with autism. Educational Sciences: Theory & Practice, 16(1), 1-10.

Coplan, R. J., Schneider, B. H., Matheson, A., & Graham, A. (2010). ‘Play skills’ for shy children: Development of a social skills facilitated play early intervention program for extremely inhibited preschoolers. Infant and Child Development: An International Journal of Research and Practice, 19(3), 223-237.

Daraee, M., Salehi, K., & Fakhr, M. (2016). Comparison of social skills between students in ordinary and talented schools. In Selection & Peer-review under responsibility of the Conference Organization Committee (hal. 513-521). European: ICEEPSY (Vol. 2016, p. 7th).

Fatmawati, I., Djamas, N., & Rahmadani, A. (2021). Pengaruh Pendampingan Ibu Pekerja Harian Lepas Terhadap Tingkat Stres Akademik Pembelajaran Daring Siswa Sekolah Dasar. Faktor: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 8(1), 12-19.

Helsa, Y., & Kenedi, A. K. (2019). Edmodo-Based Blended Learning Media in Learning Mathematics. Journal Of Teaching And Learning In Elementary Education (JTLEE), 2(2), 107-117.

Keengwe, J., & Onchwari, G. (2011). Fostering meaningful student learning through constructivist pedagogy and technology integration. International Journal of Information and Communication Technology Education (IJICTE), 7(4), 1-10.

Kenedi, A. K., Ahmad, S., Sofiyan, T. A. N., & Helsa, Y. (2019). The Mathematical Connection Ability of Elementary School Students in the 4.0 Industrial Revolution Era. International Journal of Innovation, Creativity and Change, 5(5), 458-472.

Kenedi, A. K., Helsa, Y., Ariani, Y., Zainil, M., & Hendri, S. (2019). Mathematical Connection of Elementary School Students to Solve Mathematical Problems. Journal on Mathematics Education, 10(1), 69-80.

Kenedi, A. K., Hendri, S., & Ladiva, H. B. (2018). Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Sekolah Dasar Dalam Memecahkan Masalah Matematika. Numeracy, 5(2), 226-235.

Kiswanto, A. (2017, September). The effect of learning methods and the ability of students think logically to the learning outcomes on natural sciences of grade ivs student. In 9th International Conference for Science Educators and Teachers (ICSET 2017) (pp. 1040-1046). Atlantis Press.

Kurniawan, M. I. (2015). Tri pusat pendidikan sebagai sarana pendidikan karakter anak sekolah dasar. PEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan, 4(1), 41-49.

Miradj, S., & Sumarno, S. (2014). Pemberdayaan masyarakat miskin, melalui proses pendidikan nonformal, upaya meningkatkan kesejahteraan sosial di Kabupaten Halmahera Barat. JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat), 1(1), 101-112.

Ningrum, E. (2016). Pengembangan sumber daya manusia bidang pendidikan. Jurnal Geografi Gea, 9(1), 1-9

Nurhasnawati, N. (2011). MODEL-MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUTIVISME. An-Nida', 36(2), 237-259.

Omeri, N. (2015). Pentingnya pendidikan karakter dalam dunia pendidikan. Manajer Pendidikan, 9(3), 464-468.

Piaget, J. (1976). Piaget’s theory. In Piaget and his school (pp. 11-23). Springer, Berlin, Heidelberg.

Rahayu, G. D. S., & Firmansyah, D. (2019). Pengembangan pembelajaran inovatif berbasis pendampingan bagi guru sekolah dasar. Abdimas Siliwangi, 1(1), 17-25.

Riwahyudin, A. (2015). Pengaruh sikap siswa dan minat belajar siswa terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V sekolah dasar di Kabupaten Lamandau. Jurnal Pendidikan Dasar, 6(1), 11-23.

Sabrina, R., Fauzi, F., & Yamin, M. Y. M. (2017). Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Siswa dalam Proses Pembelajaran Matematika di Kelas V Sd Negeri Garot Geuceu Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2(4),110-118.

Suardana, A. A. P. C. P., & Simarmata, N. (2013). Hubungan antara motivasi belajar dan kecemasan pada siswa kelas VI Sekolah Dasar di Denpasar menjelang Ujian Nasional. Jurnal Psikologi Udayana, 1(1), 203-212.

U Saefullah, U. S. (2012). Psikologi Perkembangan dan Pendidikan.

Vallori, A. B. (2014). Meaningful learning in practice. Journal of education and human development, 3(4), 199-209.

Yanardag, M., Akmanoglu, N., & Yilmaz, I. (2013). The effectiveness of video prompting on teaching aquatic play skills for children with autism. Disability and rehabilitation, 35(1), 47-56.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>