Dampak Terhadap Perkembangan Psikososial Anak yang Pernah Mengalami Kekerasan dalam Keluarga

Main Article Content

Amalia Dwi Pertiwi
Triana Lestari

Abstract

keluaraga pastinya akan menimbulkan trauma atau dampak apalagi bagi seorang anak yang mengalaminya, baik secara fisik, emosional, psikologi maupun kepribadian sosialnya. Trauma ini akan menjadi semakin rumit karena kemungkinan akan berdampak lama atau sampai anak menjadi dewasa. Penelitian yang dilakukan secara kualitatif ini bertujuan untuk mencari tahu dampak terhadap perkembangan psikososial anak yang pernah mengalami kekerasan dalam keluarga. Dan hasil dari penelitian menunjukkan bahwa anak yang pernah mengalami atau menyaksikan kekerasan dalam keluarga, menjadi trauma dan berdampak pada perkembangan psikososial, dari kajian literatur pada beberapa kasus hal ini terbukti mempengaruhi psikologi, emosi dan kepribadian sosial anak hingga dia dewasa dan bahkan bisa berujung terciptanya pribadi psikopat atau ketidaknormalan secara psikologis.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Pertiwi, A. D. ., & Lestari, T. (2021). Dampak Terhadap Perkembangan Psikososial Anak yang Pernah Mengalami Kekerasan dalam Keluarga. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(1), 1860–1864. Retrieved from https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/1190
Section
Articles of Research

References

Andershed, H. (2010). Stability and Change of Psychopathic Traits: What Do We Know? In R. T. Salekin, & D. R. Lynam, Handbook of Child and Adolescent Psychopathy(pp. 233-250). New York: The Guilford Press.

Erlita, Brigitta. (2007). Studi Kasus Tentang Dampak Psikologi Anak Korban Kekerasan Dalam Keluarga. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma

Farrington, D. P. (2006). The importance of child and adolescent psychopathy. Journal of Abnormal Child Psychology, 33(4), 489–497.

Hare, R. D. & Neumann, C. S. (2009). Psychopathy: Assessment and forensicimplications. The Canadian Journal of Psychiatry, 54(12), 791–802.

Khotimah, H., & Retnowati, S. (2014). Kecenderungan psikopat pada remaja di lembaga pemasyarakatan di tinjau dari kelekatan anak-orang tua. Jurnal Psikologi Tabularasa, Vol.9, No, 2, 109-121.

Santrock, J. W. (2011). Remaja (11 ed., Vol. 2). (B. Widyasinta, Penerj.) Jakarta: Erlangga.

Supene, Hadi. (2010). Kriminalisasi Anak (Tawaran Gagasan Radikal Peradilan Tanpa Pemidanaan. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Sutiyono, Agus. (2010). Dahsyatnya Hypnoparenting. Jakarta: Penebar Plus.

Wicaksono, Inu. (2008). Mereka Bilang Aku Sakit Jiwa (Refleksi Kasus-Kasus Psikiatri dan Problematika Kesehatan Jiwa di Indonesia). Yogyakarta: Kanisius.

Wright, Susan. 2009. Be Your Own Therpist. Yogyakarta : Kanisius.

Musianto, S. Lukas. (2010). Perbedaan Pendekatan Kuantitatif dengan Pendekatan Kualitatif dalam Metode Penelitian. Jurnal Ekonomi Manajemen. Vol 4. No (2) , hlm 123-136

Meloy, J. R. (2003). Pathologies of attachment, violence, and criminality. Dalam Goldstein, A. M. & Weiner, I. B. (Ed.). Handbook of Psychology (hal. 509- 526).

Mardianti, Ismatul. (2015). Dampak Trauma Kekerasan Dalam Rumah Tangga Terhadap Perkembangan Psikis Anak. Jurnal Studi Gender dan Anak. Vol 1. No (2) , hlm 26-35

Neumann, C., dkk. (2011). Stability and invariance of psychopathic traits from late adolescence to young adulthood. Journal of Research in Personality (45), 145-152.

Novita, Windya. 2007. Serba-Serbi Anak Yang Perlu Diketahui Seputar Anak dari dalam Kandungan hingga Masa Sekolah (Tinjauan Psikologis dan Kedokteran). Jakarta : PT Elex Media Komputindo.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>