Studi Kasus Tentang Perilaku Agresif pada Pesilat Aliran X

Main Article Content

Nina Novelia
Prima Aulia

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku agresif serta faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku agresif pada pesilat aliran X. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan menggunakan teknik analisis IPA (Interpretatif Phenomenological Analysis). Subjek dalam penelitian ini berjumlah tiga orang yang dipilih dengan metode purposif sampling yang di anggap sesuai dengan kriteria subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menemukan bahwa bentuk perilaku agresif pada pesilat aliran X yaitu, memukul, menendang serta hinaan dan cacian dengan kata-kata yang tidak sopan dan faktor pemicu terjadinya perilaku agresif pada pesilat aliran X yaitu faktor personal dan faktor situasional dimana faktor yang sangat menonjol yaitu faktor obat-obatan, provokasi serta kesenjangan gererasi sehingga faktor tersebut yang membuat pesilat aliran X masih berperilaku agresif.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Novelia, N., & Aulia, P. (2021). Studi Kasus Tentang Perilaku Agresif pada Pesilat Aliran X . Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 6813–6820. https://doi.org/10.31004/jptam.v5i3.2000
Section
Articles of Research

References

Ayuningtyas, R. (2019, November 1). Bentrok antar warga dan massa di duga dari perguruan pencak silat di bayuwangi. Retrieved from. https://www.liputan6.com/news/read/4033676/kronologi-bentrok-warga-dan-massa-diduga-dari-perguruan-silat-di-banyuwangi.

Baron., & Byrne. (2003). Psikologi Sosial. Jakarta: Erlangga.

Buss, P.,& Perry M. (1992). The agression questionaire, Journal of personality and psychology, 63 (3), 452-259).

Cresswell, J. W. (2007). Qualitative inquiry & research desaign choosing among five approaches. California: Liblary Of Conress Cataloging.

Ediyono, S. (2013). Makna pendekar dalam beladiri pencak silat. Jurnal Etnografi, 8 (2), 419-452.

Ediyono, S. (2014) Makna seni dalam beladiri pencak silat. Jurnal Etnografi, 14 (2), 410-456.

Kriswanto, E. S. (2015). Pencak silat: sejarah dan perkembangan pencak silat teknik-teknik dalam pencak silat dan pengetahuan dasar pertandingan pencak silat. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Mardhotillah, M., &Zein D., M. (2016). Silat: Identitas, Pendidikan, Seni Beladiri Dan Pemeliharaan Kesehatan. Jurnal Antropologi,18 (2), 121-133.

Mahayan, S. (2019). Perbedaan agresifitas remaja yang mengikuti olahraga pencak silat ditinjau dari efikasi diri denpasar. Jurnal Psikologi, 6 (1), 985-944.

Nurnamsyah, R. (2018, September 29). Persebaran 14 mendali emas indonesia di pencak silat asea game. Retrieved from. https://www.suara.com/sport/2018/08/30/140200/persebaran-14-medali emas-indonesia-di-pencak-silat-asian-games.

Petrus, A. (2019, September 29). 2 kelompok perguruan pencak silat mengamuk di NTT. Retrieved from https://www.merdeka.com/peristiwa/dua-kelompok-perguruan-silat-bentrok-di-ntt.html

Poerwandi, K. (2009). Pendekatan kualitatif untuk penelitian perilaku manusia depok: Lembaga pengembangan sarana pengukuran dan pendidikan psikologi (Lpsp3).

Rosyadi, A.R.,& Wiyono, B. D. (2018). Studi kasus tentang perilaku agresif siswa smp wachid hasjim madura kabupaten lamongan. Jurnal Bk Unesa, 8 (2), 373-379.

Tohirin. (2013). Metode penelitian kualitatif dalam pendidikan dan bimbingan konseling. Jakarta: PT. Rajagrafindo persada.

Ulfitrah, O.,& Desriyeni. (2018). Kemas ulang informasi aliran pencak silat di minangkabau. Jurnal Informasi Keperpustakaan dan Kearsipan, 7 (2), 104-119.

Wulantyas, F. (2018). Perilaku agresif pada anggota perguruan silat persaudaraan setia hati terate (psht). Universitas Negeri Malang.

Yin, R., K. (2015). Studi kasus: Desain dan Metode. Jakarta: Rajawali Press.

Most read articles by the same author(s)