Self Acceptance pada Remaja Yang Hamil Pranikah

Main Article Content

Zilla Fauza

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat penerimaan diri bagi remaja yang hamil pranikah. Sebuah penelitian yang menggunakan metode kualitatif dengan subjek sebanyak dua orang. Subjek diambil secara acak dengan kriteria hamil ketika usia 16-20  tahun serta telah mengalami kejadian minimal dua tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek menerima keadaan yang terjadi padanya. Hal ini dibuktikan dari kasha sayangnya terhadap anaknya, dia tidak menggugurkan kandungan ataupun merasa bahwa anak menjadi beban, walaupun dia membiayai anaknya seorang diri

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Fauza, Z. (2021). Self Acceptance pada Remaja Yang Hamil Pranikah. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 7028–7031. https://doi.org/10.31004/jptam.v5i3.2054
Section
Articles of Research

References

Kübler-Ross, E. (2009). On death and dying: what the dying have to teach doctors, nurses, clergy and their own families. Ebook. London: Routledge.

Ardianti, F., Fakhrurrozi, M., & Marissa, A. (2017). Psychological Well-Being Pada Remaja Akhir Yang Hamil Di Luar Nikah. Jurnal Psikologi, 9(1).

Bender. 2008. Three cases of adolescent childbearing decision-making: the importance of ambivalence. Adolescence 43.(172): 14-16.

Hurlock, E.B. (2008). Psikologi Perkembangan. Jakarta : Erlangga Press

Hurlock, E.B. (2012). Psikologi perkembangan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Knight A, Chase E, Aggleton P. 2006. Someone of your own to love: experiences of being looked after as influences on teenage pregnancy. Children & Society.20: 391-403.

Rohmawati, E. D. A. (2014). Faktor terjadinya kehamilan sebelum menikah di wilayah kantor urusan agama tegalsari surabaya. The Indonesian Journal of Islamic Family Law, 4(2), 354-383.

Santrock, J.W. 2005. Adolescence, Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga.

Zulmikarnain, Rani. (2019). Pernikahan usia muda akibat hamil di luar nikah di desa benua baru kecamatan muara bengkal kabupaten kutai timur. eJournal Sosiatri-Sosiologi, 7(1), 116-128.