Perbedaan Tingkat Kesepian pada Remaja Ditinjau dari Jenis Kelamin

Main Article Content

Zona Febriani

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kesepian pada remaja berdasarkan jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Sampel pada penelitian ini merupakan remaja dari umur 14-21 tahun yang berada di Sumatera Barat yang berjumlah 78 subjek yang ditentukan dengan sampling purposive dan kuesioner skala likert dengan empat kategori sebagai metode pengumpulan data. Analisis yang digunakan uji beda independent sample t-tes. Berdasarkan nilai uji perbedaan variabel jenis kelamin yaitu p 0,642 (p>0,05) ha  ditolak yaang berarti  tidak terdapat adanya perbedaan tingkat kesepian pada remaja laki-laki dan perempuan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Febriani, Z. (2021). Perbedaan Tingkat Kesepian pada Remaja Ditinjau dari Jenis Kelamin. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 7032–7037. https://doi.org/10.31004/jptam.v5i3.2055
Section
Articles of Research

References

Azwar, S. 2011. (2011). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Bruno, F. . (2000). Conquer Loneliness, Menaklukkan Kesepian. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Creemers, D. H. M., Scholte, R. H. J., Engels, R. C. M. E., Prinstein, M. J., & Wiers, R. W. (2012). Implicit and explicit self-esteem as concurrent predictors of suicidal ideation, depressive symptoms, and loneliness. Journal of Behavior Therapy and Experimental Psychiatry, 43(1), 638–646. https://doi.org/10.1016/j.jbtep.2011.09.006

Doane, L. D., & Thurston, E. C. (2014). Associations among sleep, daily experiences, and loneliness in adolescence: Evidence of moderating and bidirectional pathways. Journal of Adolescence, 37, 145–154. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.adolescence .2013.11.009.

Hawkley, L. C., & Cacioppo, J. T. (2010). Loneliness matters: A theoretical and empirical review of consequences and mechanisms. Journal of Behavioral Medicine, 40(2), 218–227. https://doi.org/https://doi.org/10.1007/s12160-010- 9210-8.

Hawkley, L. C., & Capitanio, J. P. (2015). Perceived social isolation, evolutionary fifitness and health outcomes?: A Lifespan approach. Philosophical Transactions of the Royal Society. https://doi.org/https://doi.org/10.1098/rstb.2014.01 14

Holt-Lunstad, J., Smith, T. B., Baker, M., Harris, T., & Stephenson, D. (2015). Loneliness and social isolation as risk factors for mortality: A meta-analyticreview. Perspectives on Psychological Science, 10, 227–237. https://doi.org/https://doi.org/10.1177/1745691614568352.

Masi, Christopher., Chen, His-Yuan., Hawkley, Louise C., dan Cacioppo, J. T. . (2011). A meta-Analysis of Interventions to Reduce Loneliness. Personality and Social Psychology, 15(3), 219–266.

Perlman. D. & peplau. A. L. (1998). Loneliness. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.adolescence .2013.01.005.

Perlman. D. & Peplau. A.L. (1998). Loneliness. https://doi.org/http://doi.org/10.1016/j.adolescence.2013.01.005

Santrock, J. W. (2002). Life Span Development. Edisi Edisi Kelima Jilid II. Alih bahasa: Juda Damanik, Achmad Chusairi. Jakarta: Erlangga.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif R & D. Bandung: Alfabeta.

Yurni. (2015). Perasaan kesepian dans elf esteen pada mahasiswa. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi., 15 (4).