Gambaran Kesiapan Mental Wanita yang Menikah dengan ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) di Kota Bukittinggi

Main Article Content

Yovi Disa Astrina
Prima Aulia

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesiapan mental wanita yang menikah dengan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) di Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan menggunakan Teknik analisis IPA (Interpretative Phenomological Analysis), penelitian ini menggunakan teknik wawancara.. Subjek dalam ini berjumlah dua orang yang dipilih berdasarkan metode purposive sampling yang di anggap sesuai dengan kriteria subjek penelitian. Hasil penelitian menemukan bahwa aspek yang sangat memepengaruhi kesiapan mental wanita yang menikah dengan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) aspek pengetahuan, jika seseorang memiliki pengetahuan atas HIV/AIDS  akan menjadi pertimbangan pasti keputusan nantinya.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Disa Astrina, Y., & Aulia, P. (2021). Gambaran Kesiapan Mental Wanita yang Menikah dengan ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) di Kota Bukittinggi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 7236–7242. https://doi.org/10.31004/jptam.v5i3.2111
Section
Articles of Research

References

Adhim, M. Fauzil. (2007). Kado pernikahan untuk istriku. Yogyakarta: Mitra Pustaka

Ahmadi, Rulam. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Aini, H., & Afdal, A. (2020). Analisis Kesiapan Psikologis Pasangan dalam Menghadapi Pernikahan. Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia, 4(2), 136-146.

Argawa, I. Made. (2017). 29 Bayi Lahir Negatif HIV Dari Pasangan ODHA di Tabanan. [Diperoleh dari] www.bali.tribunnews.com.

Baiti, A. A., & Munadi, S. (2014). Pengaruh Pengalaman Praktik, Prestasi Belajar Dasar Kejuruan dan Dukungan Orang Tua Terhadap Kesiapan Kerja Siswa SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi, 4(2).

Creswell, J. W. 2007. Qualitative Inquiry & Research Design Choosing Among Fie Approaches, 2 ed. California: Sage Publication, Inc.

Dali Gulo. (1984). Kamus psikologi. Bandung : Tonis

Dalyono, M. 2015. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

DEPKES. (2018). Hari AIDS Sedunia, Momen STOP Penularan HIV: Saya Berani, Saya Sehat! [Diperoleh dari] http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20181201/5028759/28759/

Djamarah, Syaiful. (2002). Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Jakarta: Usaha Nasional.

Herdiansyah, H.2010. Metodologi penelitian kualitatif. Jakarta: Salemba Humanika.

Iqbal, Muhammad. (2018). Psikologi Pernikahan. Jakarta : Gema Insani

Kahija, Y. F. La. (2017). Penelitian Fenomenologis jalan memahami pengalaman hidup.Yogyakarta.Kanisius.

Kemenkes. (2014). InfoDATIN:Situasi dan Analisis HIV AIDS

Laksono, B. A. (2020). Pengaruh Kesiapan Mental Terhadap Hasil Ujian Program Kesetaraan. Jurnal Pendidikan Modern, 5(3), 139-144.

Lestari, H. E. P. (2016). Stigma Dan Diskriminasi Odha Di Kabupaten Madiun. Tunas-Tunas Riset Kesehatan, 6(3), 110-114.

Liputan6. (2017). Cara Aman Hamil meski Idap HIV / AIDS. [Diperoleh dari] https://www.liputan6.com/health/read/3180624/cara-aman-hamil-meski-idap-hiv-aids

Moleong, L. J. 2017. Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Nasution, S. (2011). Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar & Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Nissa, M. Khairun. (2017). Mendeteksi gejala HIV/AIDS sesuai dengan stadiumnya. [Diperoleh dari] www.hellosehat.com. dr. Maizan Khairun Nissa.

Poerwandari, K. 2009. Pendekatan untuk penelitian perilaku manusia. Jakarta: LPSP3 UI.

Rizki, U. Y. (2013). Hubungan Kesiapan Belajar dengan Optimisme Mengerjakan Ujian. Educational Psychology Journal, 2(1).

Rohman, M. F. (2017). Implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU/XIII/2015 Tentang Perjanjian Perkawinan terhadap Tujuan Perkawinan. al-Daulah: Jurnal Hukum dan Perundangan Islam, 7(1), 1-27.

Rusmawati, A. (2012). Persepsi konsep diri orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dalam kelompok dukungan sebaya (KDS) di kota dan kabupaten Kediri. STRADA Jurnal Ilmiah Kesehatan, 1(1), 63-70.

Siregar, F. A. (2004). Pengenalan dan pencegahan AIDS. Pengenalan dan Pencegahan Aids.

Slameto.(2010). Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi. Rineka Cipta: Jakarta

Soemanto, W. 2012. Psikologi Pendidikan Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Suharnan.(2005). Psikologi Kognitif.Surabaya: Srikandi.

Sunarti, E., Simanjuntak, M., Rahmatin, I., & Dianeswari, R. (2012). Kesiapan menikah dan pemenuhan tugas keluarga pada keluarga dengan anak usia prasekolah. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 5(2), 110-119.

Sundani, F. L. (2018). Layanan Bimbingan Pra Nikah dalam Membentuk Kesiapan Mental Calon Pengantin. Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam, 6(2), 165-184.

Syaiful, B. D. (2008). Rahasia Sukses Belajar. Cetakan Ke-2. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.

Tim Penyusun , K.B.B.I.(2008).Kamus Besar Bahasa Indonesia.Balai Pustaka: Jakarta.

UNAIDS. (2018). Global HIV & AIDS statistic-2018 fact sheet Desember 2018

Uyun, Q., & Siddik, I. N. (2017). Khusnudzon dan psychological well being pada orang dengan HIV AIDS. Psikis Jurnal Psikologi Islami, 3(2), 86-93.

VOA Indonesia. (2013). Angka Kematian Terkait HIV Meningkat di 98 Negara. 5 September 2019. [Diperoleh dari] https://www.voaindonesia.com/a/angka-kematian-terkait-hiv-meningkat-di-98-negara/1733733.html

Wangid, M. N., Mustadi, A., Erviana, V. Y., & Arifin, S. (2014). Kesiapan guru SD dalam pelaksanaan pembelajaran tematik-integratif pada kurikulum 2013 di DIY. Jurnal Prima Edukasia, 2(2), 175-182.