Identitas Nasional Sebagai Salah Satu Determinan Pembangunan Dan Karakter Bangsa

Main Article Content

Yeyen Sormin
Yayang Furi Furnamasari
Dinie Anggraeni Dewi

Abstract

Identitas nasional berkaitan dengan nilai-nilai, sejarah, dan cita-cita yang menyatukan suatu kelompok masyarakat dalam suatu ikatan. Identitas nasional sebagai ciri khas yang membedakan sebuah bangsa dari bangsa yang lain, maksudnya dengan definisi dari identitas nasional bahwa dikatan identitas nasional sebagai pembeda, ciri-ciri, dan jati diri suatu bangsa. Salah satu faktor yang mempengaruhi dinamika identitas nasional adalah globalisasi. Globalisasi dimaknai sebagai kebebasan masyarakat dunia dalam mengembangkan berbagai aspek kehidupan seperti ilmu pengetahuan, teknologi, nilai-nilai, dan budaya. Dalam berbagai kepentingan, manusia tidak bisa bekerja sendiri tetapi sangat diperlukan kebersamaan yang lebih luas antara manusia dengan manusia yang lain. Semboyan dalam lambang Negara Republik Indonesia "Bhinneka Tunggal Ika" yang memiliki makna berbeda-beda namun tetap satu jua. Interaksi masyarakat dunia yang semakin mudah menyebabkan proses transmisi nilai-nilai budaya. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan berbagai referensi baik sumber primer dan sekunder yang relevan dengan penguatan identitas nasional. Hasil dari kajian penelitian menunjukkan bahwa identitas nasional sebagai determinan karakter bangsa Indoneisa dengan perilaku kebarat-baratan yang cenderung pragmatis, hedonis, dan konsumtif. Ideologi tersebut bertentangan dengan ideologi Pancasila yang mengancam bagi bangsa Indonesia dalam penguatan identitas nasional. Dengan demikian, perlu upaya untuk menguatkan identitas nasional khususnya pada penerus bangsa  yang sudah terpapar dengan budaya barat.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Sormin, Y. ., Furnamasari, Y. F. ., & Dewi, D. A. . (2021). Identitas Nasional Sebagai Salah Satu Determinan Pembangunan Dan Karakter Bangsa. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 7278–7285. Retrieved from https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/2140
Section
Articles of Research

References

Ani Sri Rahayu, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2015),

Ed. 1,Cet.4, hlm. 50-51.

Castell, M. (2011). The power of identity: the information age: economy, society, and culture. New Jersey: John Wiley & Sons.

Herdianto, H., & J. (2010). Cerdas, Kritis, dan Aktif Berwarga Negara. Jakarta: Erlangga.

Josef M Monteiro, Pendidikan Kewarganegaraan: Perjuangan membentuk Karakter Bangsa,

(Yogyakarta: Depublish, 2015), hlm. 29-30.

Maulana Arafat Lubis, Pembelajaran PPKn (Teori Pengajaran Abad 21 di SD/MI), (Yogyakart:

Samudra Biru, 2018),hlm. 33.

Maulana Arafat Lubis, Pembelajaran PPKn (Teori Pengajaran Abad 21 di SD/MI), hlm.34.

Rahman, A., & Madiong, B. (2017). Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi. Makassar: Celebes Media Perkasa.

Sarinah., D, Muhtar., & H. (2017). Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn di perguruan tinggi). Yogyakarta: Deepublish.

Schnabel, A., & Hjerm, M. (2014). How the Religious Cleavages of Civil Society Shape National Identity, Sage Open,1-14.

Winarno, Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan Panduan Kuliah di Perguruan Tinggi,

hlm. 10-11.

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >>