Kelayakan Kulit Buah Melinjo (Gnetum gnemonLinn) Sebagai Pewarna Blush On

Main Article Content

Yola Oktavia
Prima Minerva

Abstract

Blush on merupakan salah satu jenis kosmetika dekoratif yang dapat digunakan untuk pewarna atau perona pipi dengan sentuhan artistik sehingga dapat meningkatkan estetika dalam tata rias wajah. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis kelayakan kulit buah melinjo yang digunakan sebgai pewarna dalam kosmetika blush on meliputi tekstur bush on, daya lekat blush on saat pengaplikasian, warna blush on saat pengaplikasian, aroma blush on, ketahanan blush on saat digunakan serta kesukaan panelis terhadap blush on kulit melinjo tersebut. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Teknik pengumpulan data menggunakan metode eksperimen dengan teknik pengambilan data observasi, dokumentasi dan kusioner. Penelitian ini menggunakan kuisioner atau angket. Analisis data menggunakan persentase dengan kategori yang telah ditetapkan. Hasil penelitian ini adalah 1) Hasil jadi penggunaan blush on melinjo bertekstur halus. 2) Hasil jadi penggunaan blush on melinjo kurang lekat saat diaplikasikan. 3) Hasil jadi penggunaan blush on melinjo berwaarna jelas saat diaplikasikan. 4) Hasil jadi penggunaan blush on melinjober-aroma kurang khas. 5) Hasil jadi penggunaan blush on melinjo tahan saat diaplikasikan. 6) Hasil jadi penggunaan blush on melinjo disukai oleh panelis. Disarankan agar dapat memanfaatkan penggunaan temuan blush on kulit melinjo yang menggunakan bahan pewarna alami.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Oktavia , Y., & Minerva , P. (2021). Kelayakan Kulit Buah Melinjo (Gnetum gnemonLinn) Sebagai Pewarna Blush On. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3). Retrieved from https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/2160
Section
Articles of Research

References

Astati, Sutriari.1996. Rias Wajah Sehari- hari. Jakarta: DirektoratPembinaan Sekolah Menengah Kejuruan

Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. 2007. Kosmetik mengandung bahan berbahaya dan zat warna yang berbahaya. Jakarta. http://www2.pom.go.id/public/peringatan_publik/pdf/KH.( 18 Juni 2021)

Budiyanto.2014. Klasifikasi Melinjo (Gnetum gnemon). Biologionline.Info. http://www.biologionline.info/2014/05/klasifikasi-melinjo-gnetumgnemon.html.Diakses : 02 Juli 2021.

Cornelia M, MS Tagor, Erniziar.Studi Kandungan Carotenoid, Vitamin C Dan Aktivitas Antioksidan Kulit Melinjo (Gnetum gnemon L.).Jakarta (ID): UPH.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1979. FARMAKOP Indonesia.Jakarta.

Dewi, A.N. 2018.Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Kulit Melinjo Merah (Gnetum gnemon L.) pada Mencit Jantan Galur DIDY [Skripsi].Bogor : Institut PertanianBogor.

Eddy, Tano & Dipl. Chem. Eng. 2005.Teknik MembuatKosmetik dan Tip Kecantikan. Jakarta: PT Rineka Cipta dan PT. Bina Adi Aksara.

Kunarto, B. 2014.Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Kulit Melinjo (Gnetum gnemon L) Varietas Ketan dan Aktivitas Antioksidannya Setelah Dienkapsulasi.Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, 11(1):15-20.

Latifah Fatma, Retno Iswari Tranggono. 2007. Ilmu Pengetahuan Kosmetik.Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

li Muhammad. 1993. Strategi Penelitian Pendidikan. Bandung: Angkasa

Rostamailis. 2005. Penggunaan Kosmetik, Dasar Kecantikan &Berbusana yang Serasi. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Sudjana. 1995. Desain dan Analisis Eksperimen. Bandung: PT. Tarsito

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suharsimi, Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik.Jakarta: Rineka Cipta.

Wulandari, S., Subandi, dan Muntholib.2012.Inhibisi Xantin Oksidase Oleh Ekstrak Etanol Kulit Melinjo (Gnetum gnemon) Relatif Terhadap Allopurinol.Jurnal Universitas NegeriMalang.