Pengaruh Masuknya Budaya Asing Terhadap Nasionalisme Bangsa Indonesia di Era Globalisasi

Main Article Content

Nishfa Syahira Azima
Yayang Furi Furnamasari
Dinie Anggraeni Dewi

Abstract

Budaya merupakan suatu kebiasaan, cara, atau pola perilaku dalam kehidupan setiap individu yang dipengaruhi oleh lingkungannya. Budaya sangat penting bagi suatu bangsa sebagai identitas bangsa itu sendiri. Nasionalisme merupakan suatu paham atau ajaran untuk mencintai bangsa dan negara setiap individu. Kebudayaan dan jiwa nasionalisme ini sangat berkaitan, karena dimana ada suatu kelompok, maka ada suatu kebudayaan. Saat ini, bangsa Indonesia banyak menerima budaya-budaya bangsa asing karena semakin canggihnya teknologi di era globalisasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh masuknya budaya asing terhadap nasionalisme bangsa Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Azima, N. S., Furnamasari, Y. F. ., & Dewi, D. A. . (2021). Pengaruh Masuknya Budaya Asing Terhadap Nasionalisme Bangsa Indonesia di Era Globalisasi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 7491–7496. Retrieved from https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/2186
Section
Articles of Research

References

Affan, M.H. dan Maksum, H. (2016). “Membangun Kembali Sikap Nasionalisme Bangsa Indonesia dalam Menangkal Budaya Asing di Era Globalisasi”. Jurnal Pesona Dasar. 3(4). 65-72.

Aswasulasikin., Pujiani, S., dan Hadi, Y.A. (2020). “Penanaman Nilai Nasionalis Melalui Pembelajaran Budaya Lokal Sasak di Sekolah Dasar”. DIDIKA. 6(1). 63-76

Baharuddin. (2017). “Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial dan Kebudayaan”. Jurnal IAIN Pontianak. 180-205.

Irmania, E., Trisiana, A., dan Salsabila, C. (2021). “ Upaya Mengatasi Pengaruh Budaya Asing Terhadap Generasi Muda di Indonesia”. Dinamika Sosial Budaya. 23(1). 148-160.

Januarharyono, Y. (2019). “Peran Pemuda di Era Globalisasi”. JIMIA. 13(1).

Kahin, G.M.T. (2013). Nasionalisme dan Revolusi Indonesia. Depok: Komunitas Bambu.

Koentjaraningrat. (1990). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Kurniawan, M. et al. (2019). “Faktor-Faktor yang Menyebabkan Perubahan Adat Istiadat “Ngocek Bawang” di Kelurahan Indralaya Mulya Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir”. Jurnal Bhinneka Tunggal Ika. 6(1). 134-152.

Lee, PSN (1991) The absorption and indigenization of foreign media cultures: a study on a cultural meeting point of the east and west Hong Kong. Asian Journal of Communication 1 (2): 52-72. dalam Goonasekera, A et al. (eds.) (1996) Opening Windows: Issues in Communication.

Mubah, S. (2011). “Strategi Meningkatkan Daya Tahan Budaya Lokal dalam Menghadapi Arus Globalisasi”. Jurnal UNAIR. 24(4). 302-308.

Rajasa. (2007). Kongres Pancasila IV. Jakarta: Bumi Aksara.

Ritzer, G. (2003). Teori Sosial Postmodern. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Samovar, L.A., Porter, R.E., dan McDaniel, E.R. (2010). Komunikasi Lintas Budaya: Communication Between Cultures. Jakarta: Salemba Humanika.

Suryana, F.I.F. dan Dewi, D.A. (2021). “Lunturnya Rasa Nasionalisme pada Anak Milenial Akibat Arus Modernisasi”. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan. 3(2). 598-602.

Yudhanegara, F. (2015). “Pancasila Sebagai Filter Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai-Nilai Nasionalisme”. Cendikia. 8(2). 165-180.

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >>