Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Memerangi Hoaks

Main Article Content

Dinda Oktaviana
Dini Anggraeni Dewi
Yayang Furi Purnamasari

Abstract

Tulisan ini akan membahas mengenai peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam memerangi hoaks. Penelitian ini dilakukan mengingat masih banyak masyarakat yang dengan mudah memercayai hoaks, bahkan sampai turut menyebarkannya. Selain itu, banyak juga masyarakat yang tidak acuh terhadap hoaks yang menyebar di masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, yaitu menelusuri sumber-sumber atau referensi yang relevan dengan penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak kasus hoaks di Indonesia yang dengan mudah dipercayai dan turut disebarkan oleh pembaca atau pendengarnya. Untuk meminimalisir kasus hoaks, Pendidikan Kewarganegaraan turut berperan aktif dengan cara menerapkan nilai-nilai yang diajarkan dalam Pendidikan Kewarganegaraan, serta penegakan hukum yang berlaku. Nilai-nilai tersebut diantaranya adalah berpikir kritis dan rasional, bersikap cerdas dalam menanggapi isu-isu, bertanggung jawab, serta memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebaik mungkin.


 

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Oktaviana, D. ., Dewi, D. A. ., & Purnamasari, Y. F. . (2021). Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Memerangi Hoaks. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 7698–7704. Retrieved from https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/2218
Section
Articles of Research

References

Awwaabiin, Salmaa. (2021), Kamus Besar Bahasa Indonesia. [Daring]. Tersedia di: https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/pendidikan%20kewarganegaraan.

Awwaabiin, Salmaa. (2021). “Studi Literatur: Pengertian, Ciri-Ciri, dan teknik Pengumpulan Datanya. Diakses melalui https://www.google.com/amp/s/penerbitdeepublish.com/ studi-literatur/amp/

Fauzi, Imron & Srikantono. (2013). Pendidikan Kewarganegaraan (Civil Education). Jember: SUPERIOR “Pusat Studi Pemberdayaan Rakyat dan Transformasi Sosial”

Hendra, dkk. (2020). Sosialisasi Dampak dan Bahaya dari Berita Bohong (Hoax) bagi Generasi Milenial di Indonesia. Jamaika: Jurnal Abdi Masyarakat. Vol. 1 No. 3. 20-35.

Hidayah, Yayuk & Risti Aulia U. (2019). “Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kritis Melalui Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi”. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Vol. 4 No. 2. 275-281.

Juditha, Christiany. (2018). “Interaksi Komunikasi Hoax di Media Sosial serta Antisipasinya”. Jurnal Pekommas. Vol. 3 No. 1. 31-44.

Kominfo. (2020). “[HOAKS] Penculikan Anak di Surabaya”. Diakses melalui https://www.kominfo.go.id/content/detail/24409/hoaks-penculikan-anak-di-surabaya/O/laporan_isu_hoaks

Kumparan. (2020). “Mamah Dedeh dan 6 Artis yang Pernah Diisukan Meninggal Dunia”. Diakses melalui https://www.google.com/amp/s/m.kumparan.com/amp/berita-selebritis/mamah-dedeh-dan-6-artis-yang-pernah-diisukan-meninggal-dunia-1tVFZRXGRpO

Nugroho, Bagus P. (2018). “Hoax Ratna Sarumpaet Disebut Paling Berdampak di Tahun Ini”. Diakses melalui https://news.detik.com/berita/d-4362359/hoax-ratna-sarumpaet-disebut-paling-berdampak-tahun-ini/

Nurfalah, Y. (2016). “Urgensi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter”. Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol. 27 No.1. 170-187.

Pemerintah Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Lembaran RI Tahun 2003 No. 20. Jakarta: Sekretariat Negara.

Rahadi, Dedi R. (2017). “Perilaku Pengguna dan Informasi Hoax di Media Sosial”. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan. Vol. 5 No. 1. 58-70.

Raharja, Ivan F. (2019). “Bijak Menggunakan Media Sosialdi Kalangan Pelajar Menurut Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksielektronik”. Jurnal Selat. Vol. 6 No.2. 235-246.

Rohani. (2015). “Urgensi Pembinaan Tanggung Jawab Warga Negara Melalui Community Civics”. Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial. Vol. 2 No.2. 221-234.

Subadi, Tjipto. (2007). Pendidikan Kewarganegaraan. Surakarta: Badan Penerbit FKIP-UMS.

Yanuarti, Eka. (2017). “Pemikiran Pendidikan Ki. Hajar Dewantara dan Relevansinya dengan Kurikulum 13”. Jurnal Pendidikan. Vol. 11 No. 2. 237-266.