Filterisasi Budaya Asing untuk Menjaga Identitas Nasional Bangsa Indonesia

Main Article Content

Dita Dinar Rafidah
Dinie Anggraeni Dewi
Yayang Furi Furnamasari

Abstract

Studi mengenai identitas tengah marak dipelajari, sebagian besar kajian tersebut terpusat pada kelompok tertentu. Identitas  menjadi  perlambang  suatu bangsa.  Itulah  yang  menjadi rumusan utama lahirnya Pancasila yang diperingati setiap tahunnya jatuh pada tanggal satu bulan Juni. Ideologi yang menegaskan nilai-nilai keberagaman  identitas  agama,  suku,  bahasa, dan adat-istiadat daerahnya. Keberagaman tersebut  membawa  polemik  tersendiri  bagi bangsa ini, dimana slogan Bhinneka Tunggal Ika tidak mudah dipenuhi mengingat luasnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Realitas  yang  kita  hadapi  dewasa  ini  justru  memperlihatkan  kondisi  yang  berbeda,  karena pada saat ini banyak sekali kalangan muda yang lebih menyenagi budaya asing dibandingkan budaya Indonesia, hal ini dapat mempengaruhi terhadap penampilan,tingkah laku, dan pola piker yang tidak sesuai aturan yang ada pada budaya kita.


 

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Rafidah, D. D. ., Dewi, D. A. ., & Furnamasari, Y. F. . (2021). Filterisasi Budaya Asing untuk Menjaga Identitas Nasional Bangsa Indonesia . Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 8294–8299. Retrieved from https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/2331
Section
Articles of Research

References

Brata, I. B. (2016). Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa. Denpasar: Jurnal Bakti Saraswati, 05(01), 9.

Geertz, Hildred. (1981). Aneka Budaya dan Komunitas di Indonesia (Penerjemah: A. Rahman Zainuddin). Jakarta: Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial & FIS-UI.

Iband ,Vangeance.(2015). Budaya luar yang kian memasuki kehidupan para pelajar. Cirebon: Makalah Budaya asing tugas man kota cirebon.

Idrus,Ruslan.(2015).Mengenai catatan tentang pengerusan nilai budaya: penguatan ketahanan budaya dalam menghadapi derasnya arus budaya. Budaya Indonesia. 2 (2): 2–11

Irmania, Ester, Anita Trisiana, Calista Salsabila. (2021). paya mengatasi pengaruh negatif budaya asing terhadap generasi muda di Indonesia. Surakarta: Dinamika Sosial Budaya.23(01). 148 – 160

Lubis, Maulana Arafat. ( 2018). Pembelajaran PPKn (Teori Pengajaran Abad 21 di SD/MI). Yogyakart: Samudra Biru.

Mardotillah, Mila ,Dian Mochammad Zein.(2017). Identitas Budaya, Pendidikan, Seni Bela Diri, dan Pemeliharaan Kesehatan .Bandung: Jurnal Antropologi. 18 (2): 121-133

Marta, R. F. (2017). Refleksi Hibriditas Budaya Dalam Pancasila Pada Realitas Dan Media Sebagai Identitas Bangsa. Bricolage: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi, 3(01),1.

Moleong J. Lexy, 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Monteiro, Josef M. (2015). Pendidikan Kewarganegaraan: PerjuanganMembentuk Karakter Bangsa. Yogyakarta: Depublish.

Najmina, Nana.(2018). Pendidikan Multikultural Dalam Membentuk Karakter Bangsa Indonesia. Yogyakarta: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial. 10 (1).53

Rahayu, Ani Sri. (2015). Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Jakarta: Bumi Aksara.

Rahayu, Minto.(2007) Pendidikan Kewarganegaraan Perjuangan Menghidupi JatiDiri Bangsa, Depok: Grasindohlm, 56, 4.

Slamet, (2017), Pengembangan Model Manajemen Pelatihan Penyusunan Bahan Ajar Berbasis Nilai-nilai Multikultural bagi Guru Sejarah SMA, Disertasi. Semarang: Universitas Negeri Semarang. Tidak dipublikasikan.225

Winarno. (2013). Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan PanduanKuliah di Perguruan Tinggi. Jakarta Sinar: Grafika.

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >>