Sejarah dan Tradisi Budaya Masyarakat Alas di Kabupaten Aceh Tenggara

Main Article Content

Andika Syahputra Sekedang
Marety Sitorus
Ikhwana Tanjung
Arva Tri Ardiansyah
Muhammad Partahanan Pasaribu
Syahrawali Harahap

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji tentang sejarah dan tradisi budaya masyarakat Alas di Kutacane Aceh Tenggara. Penelitian merupakan jenis penelitian kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa (1) sejarah masyarakat Alas yang diistilahkan dengan khang Alas atau kalak Alas, telah lama bermukim di Lembah Alas, Kutacane Aceh Tenggara. Kalak Alas mendiami daerah Aceh Tenggara jauh sebelum kolonial Belanda masuk ke Indonesia, hal ini sesuai dengan buku Karya Radermacher (orang Belanda) yang menyebutkan bahwa Islam masuk ke daerah tanoh Alas sejak tahun 1325 M. Asal muasal Lembah Alas, konon dulu kawasan itu merupakan sebuah danau yang sangat luas, akan tetapi kemudian mengering disebabkan pecahnya batu penyangga yang terdapat di daerah Singkil. Makanya danau itu pun berubah menjadi lembah. Nama Alas sejatinya diperuntukkan bagi seorang atau kelompok etnis, sedangkan daerah Alas disebut dengan kata Tanoh Alas. Kata Alas sendiri berasal dari nama seorang kepala etnis, cucu dari Raja Lambing yang bermukim di desa paling tua yaitu Desa Batu Mbulan. Raja Lambing sendiri keturunan Raja Lotung, cucu dari Guru Tatae Bulan dari Samosir, Tanah Batak. (2) Adapun salah satu tradisi budaya yang diulas dalam artikel ini ialah tradisi pemamanen.


 

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Sekedang, A. S. ., Sitorus, M. ., Tanjung, I. ., Ardiansyah, A. T. ., Pasaribu, M. P. ., & Harahap, S. . (2022). Sejarah dan Tradisi Budaya Masyarakat Alas di Kabupaten Aceh Tenggara. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(1), 116–121. Retrieved from https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/2834
Section
Articles of Research

References

Cempaka, M. 2021. Tradisi Pemamanen ‘Paman’ Pada Masyarakat Alas di Aceh Tenggara: Kajian Antropolinguistik. Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan. Sumatera Utara: Fakultas Ilmu Budaya.

Dermawan, W., & Puspitawati, P. 2019. Makna Kuda dalam Tradisi Upacara Pernikahan Suku Alas di Aceh Tenggara. Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya, 5(1). https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/antrophos/article/view/13097.

Deva, D.H., Arifin, A., & Chalid, I. 2021. Tangis Tukhunen Sebagai Medium Komunikasi Tradisional dalam Prosesi Adat Pernikahan Suku Alas di Aceh Tenggara. Aceh Anthropological Journal, 5(2), 161-175. https://ojs.unimal.ac.id/AAJ/article/view/4781.

Eva, L., & Pandiangan, R.A. 2019. Migrasi Batak di Tanah Alas Kabupaten Aceh Tenggara (1904-1920). Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah, 4(1). https://doi.org/10.24114/ph.v4i1.13890.

Iwabuchi, I. 1994. Orang Alas. Banda Aceh: Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh.

Koentjaraningrat, K. 2000. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Ningrum, I.W. 2016. Analisis Penerapan Ornamen Tradisional Alas pada Khumah Adat Alas Ditinjau dari Segi Bentuk, Warna, dan Makna Simbolik di Kec. Badar Aceh Tenggara Tahun 2015. Disertasi, Universitas Negeri Medan (UNIMED). http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/1941.

Raseha, E., Ramdiana, R., & Supadmi, T. 2018. Ritual Adat Alas Pemamanen di Desa Bambel Kutacane Kabupaten Aceh Tenggara. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik, 3(1). http://www.jim.unsyiah.ac.id/sendratasik/article/view/13119.

Safitri, M., Supadmi, T., & Fitri, A. 2017. Bentuk Penyajian Tari Pelebat di Sanggar Lac Suku Alas Kabupaten Aceh Tenggara. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik, 2(2). http://www.jim.unsyiah.ac.id/sendratasik/article/view/5750.