PEMANFAATAN MEDIA PUZZLE DALAM MENGEMBANGKAN MOTORIK HALUS ANAK DI PAUD AIZA KABUPATEN KEPAHIANG

Main Article Content

Syisva Nurwita

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan motorik halus anak melalui media puzzle. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang memiliki makna mendeskripsikan suatu penelitian yang sedang dilaksanakan. Subjek utama dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan anak usia dini yang berjumlah 15 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil. Permain puzzle, dapat membuat anak bahagia, terhibur, dan memainkan puzzle juga akan akan berpengaruh pada perkembangan motorik halus anak, anak dapat memainkan secara individu maupun secara kelompok. Permainan puzzle juga terbilang sangat mudah dan murah. Manfaat dan pengaruh permainan puzzle itu sangat besar dan sangat berpengaruh pada perkembangan motorik halusnya anak. ketika anak bermain dengan berkelompok untuk menghibur dirinya dan bisa merasa senang dengan permainan tersebut, anak bisa belajar cara kerjasama, cara beradaptasi dengan teman-temannya, dan lain sebagainya. Permain puzzle, dapat membuat anak menjadi mandiri, anak bisa terhibur, beremain puzzle juga akan berpengaruh pada perkembangan motorik. Bermain puzzle sendiri dapat mengajarkan anak menjadi pribadi yang mandiri.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Nurwita, S. (2019). PEMANFAATAN MEDIA PUZZLE DALAM MENGEMBANGKAN MOTORIK HALUS ANAK DI PAUD AIZA KABUPATEN KEPAHIANG. Jurnal Pendidikan Tambusai, 3(4), 803-810. https://doi.org/10.31004/jptam.v2i4.285

References

Arikunto, S. 1998. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rinneka Cipta
Beaty. 2011. Motorik Halus:Petunjuk bagi Guru dan Orangtua. Jakarta: PPs UNJ.
Beaty. 2011. Motorik Kasar:Petunjuk bagi Guru dan Orangtua. Jakarta: PPs UNJ.
Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini. 2003. Alat Permainan Edukatif untuk .TK A Jakarta : Depdiknas.
Elizabeth Hurlock. 2007. Fungsi Perkembangan Motorik HalusJurnal Tadulako Online vol. 3 no. 2
Endang Rini Sukanti. 2000. Pengertian MotorikJakarta: Grasindo .
Jamaris, Martini. 2010. Pertumbuhan danperkembangan Anak Usia Taman Kanak-Kanak:Petunjuk bagi Guru dan Orangtua. Jakarta: PPs UNJ.
M. Harwijaya. 2009.Pengertian fisik Motorik. Bandung: Penerbit Alfabeta.
M. Herwijaya.2009. Pengertian motorik secara umumJakarta: Grasindo .
Mayke, Sugianto. 2007. Bermain, mainan dan Permainan untuk Pendidikan Usia Dini. Jakarta: Grasindo
Monks Dkk.2003. Pengertian Kemampuan Fisik motorik. Jakarta Rineke Cipta.
Monks. 2003. Stimulasi Untuk Mengembangkan Motorik Anak. Jakarta: PPs UNJ.
Montulalu, dkk. 2012.Bermain dan Permainan Anak. Banten: Universitas Terbuka.
Mursid. 2015. Metode pengembangan fisik motorik anak. Bengkulu : MMP.
Mursid. 2015. Tentang Tahap PerkembanganJakarta: EDSA Mahkota.
Nuzamul. Misbach. 2010. Pengertian puzle. Jakarta Rineke Cipta.
Patmodewo. 2010. Pengertian BermainJakarta: EDSA Mahkota.
Patmodowo. 2010. Pengertian bermain. Pt. Indeks kelompok gramedia.
Patmonodewo. 2010.jenis dan gambar puzzle. Malang.
Siarni, Dkk. 2015. Pemanfaatan Kardus Bekas sebagai Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Kreatif Tadulako Online vol. 3 no. 2
Sperry, Roger. 2000. Kegiatan sentra puzle. Pt. Indeks Kelompok Gramedia.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kualitatif, Kualitatif, dan R & D Bandung Alfabeta.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan kombinasi (Mixed Methodes). Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Sumantri. 2005. Motorik Halus: Jurnal Kreatif Tadulako Online vol. 3 no. 2
Sumantri. 2005. Pengertian Motorik halus. Unit Penerbit Fkip Unib Jakarta.
Sunardi. 2007. Pengertian motorik kasar. Unit Penerbit Fkip Unib Jakarta.
Sunardi. 2007. Tentang Motorik Kasar: Bandung: Penerbit Alfabeta.
Suryadi. 2007. Cara Efektif Memahami Perilaku Anak Usia Dini. Jakarta: EDSA Mahkota.
Undang-undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta:Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia.