Kesantunan Berbahasa dalam Film Air Mata di Ujung Sajadah Disutradarai oleh Key Mangunsong
DOI:
https://doi.org/10.31004/jptam.v9i2.29952Keywords:
Kesantunan Berbahasa, Film, Pragmatik, TuturanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesantunan berbahasa dalam film Air Mata di Ujung Sajadah yang disutradarai oleh Key Mangunsong. Film ini dipilih karena memuat nilai-nilai moral, religius, dan sosial yang mencerminkan komunikasi santun dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data berupa tuturan para tokoh dianalisis berdasarkan teori prinsip kesantunan Leech (2010) yang mencakup enam maksim. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 21 data maksim kearifan, 13 data maksim kedermawanan, 13 data maksim pujian, 10 data maksim kerendahhatian, 10 data maksim kesepakatan, dan 8 data maksim simpati. Maksim kearifan merupakan jenis yang paling dominan digunakan, terutama dalam konteks relasi keluarga. Penelitian ini menunjukkan bahwa film dapat menjadi media pembelajaran yang efektif dalam memahami praktik kesantunan berbahasa dan bermanfaat dalam pembelajaran Bahasa Indonesia serta kajian pragmatik.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


