Hilangnya Esensi Nilai-Nilai Pancasila Pada Generasi Milenial

Main Article Content

Sefhiana Andara
Dinie Anggraeni Dewi

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini antara lain yaitu untuk meningkatkan nilai-nilai esensi pancasila pada generasi milenial. Pada penelitian kali ini peneliti menggunakan metode yaitu pendekatan kualitatif yang dilakukan secara deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji seberapa dalamnya pengetahuan dan penerapan nilai-nilai pancasila pada generasi milenial, dasar atau teori yang digunakan dari pembahasan kali ini yaitu hasil studi literatur atau kepustakaan yang didapatkan dari berberapa sumber-sumber seperti buku, jurnal dan artikel-artikel. Hasil dari pembahasan teori ini yaitu menghilangkan generasi milenial yang individualistik, materialistik dan hedoniatik karena generasi ini dekat dengan perkembangan teknologi digital, dekat dengan internet dan mememiliki kepekaan yang begitu kuat terhadap hal-hal yang baru sehingga bisa dengan cepat beradaptasi dengan dampak negatif mudah terpengaruh budaya dan ideologi lain. Dan meningkatkan esensi nilai-nilai pancasila selain itu generasi milenial juga harus memiliki moralits dan karakter yang dimiliki oleh generasi muda yang berkarakter baik, sehingga akan tercipta suatu bangsa dan bangsa yang berkarakter dan memeiliki esensi terhadap nilai-nilai pancasila, bangsa yang maju dalam segala hal. Negara tidak dapat berjalan tanpa peran serta masyarakat, khususnya generasi milenial. Generasi milenial yang demikian harus memiliki akhlak dan budi pekerti yang luhur agar dapat menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat mempertahankan budayanya di tengah arus globalisasi zaman. Pancasila harus menjadi way of life bagi generasi milenial.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Andara, S. ., & Dewi, D. A. . (2022). Hilangnya Esensi Nilai-Nilai Pancasila Pada Generasi Milenial. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(2), 9828–9832. https://doi.org/10.31004/jptam.v6i2.3976
Section
Articles of Research

References

Abdullah, I. (2019). Selfisme dan Masa Bodoh:Hilangnya Ikatan Sosial di Era Pascakebenaran Indonesia. Disampaikan sebagai Orasi Ilmiah dalam Acara Dies Natalis Ke-54 Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta, 13 September 2019.

Rukiyati.,dkk. (2012).Pendidikan Pancasila. Yogayakarta: UNY Press.

McAlister, A. (2002). Teaching the Millennial Generation. the Futurist. 40(3): 13–16.

Zuchdi, D. dkk. (2012). Pendidikan Karakter: Konsep Dasar dan Implementasi di Perguruan Tinggi. Yogyakarta: UNY Press.

Monaco, M & Martin, M. (2007). The Millennial Student: A New Generation of Learners. Athletic Training Education Journal. 2: 42–46.

Komalasari,K. (2007). Pendidikan Pancasila. Surabaya: Lentera Cendekia. Komalasari, K. & Syaifulah, D. (2009).Kewarganegaraan Indonesia: Konsep, Perkembangan dan Masalah Kontemporer. Bandung: PKn FPIPS UPI

Wardana, D. J., Hndayani, A., Rahim, A. R., Sukaris, S., &Fauziah, N. (2021). Sosialisasi Pentingnya Nilai-Nilai Pancasila. Dedikasi (Journal of Community Servis). 3(1), 770.

Ridla ‘Adawiyah.(2021).Penerapan Nilai- nilai pancasila dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SD. Universitas Pendidikan Indonesia, 5,1-9.

Al-Hakim, Suparlan. (2014).Pendidikan Kewarganegaraan dalam Konteks Indonesia.Malang: Madani.

Hariyono. (2014).Ideologi Pancasila. Roh Progresif Nasionalisme Indonesia. Malang: Intrans Publishing

Lickona, Thomas, Pendidikan Karakter, Bantul: Kreasi Wacana,2012.

Ainiyah, N.2018.Media sosial sebagai media informasi pendidikan bagi remaja milenial. Jurnal JPII, 2(2), 221-236.

Maftuh, B (2008). Internalisasi Nilai-nilai Pancasila dan Nasionalisme Melalui Pendidikan Kewarganegaraan Education. II(2).

Chairiyah. 2014.Revitalisasi Nilai-nilai Pancasila Sebagai Pendidikan Karakter Jurnal Pendidikan Ke-SD, 01, 54- 62.

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >>