EKSISTENSI IKAN LARANGAN SEBAGAI KEARIFAN LOKAL PEMBANGUNAN MASYARAKAT MINANGKABAU (STUDI KASUS : IKAN LARANGAN DIBATU BUSUK KELURAHAN LAMBUNG BUKIT PAUH PADANG)

Main Article Content

Ramayani Ramayani
Firman Firman
Rusdinal Rusdinal

Abstract

Masyarakat di Minangkabau memiliki banyak cara untuk membangun Kampung, salah satunya dengan memelihara ikan larangan disekitar tempat tinggal yang secara ekonomi memiliki nilai jual cukup tinggi dan bisa dimanfaatkan untuk pembangunan Kampung. Penelitianini bertujuan untuk melihat bagaimana caranya masyarakat Kampung Batu Busuk menjaga keberadaan ikan di sungai supaya jangan punah akibat pencemaran lingkungan dan memberi niali guna untuk pembangunan Kampung.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sementra itu teori yang relevan disini adalah teori struktural fungsional Robert K. Merton tentang konsep fungsi manifest dan fungsi latent dari ikan larangan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan latar belakang munculnya kesepakatan masyarakat Kampung Batu Busuk untuk menjadikan ikan sungai sebagai  ikan larangan, upaya apa yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat setempat untuk menjaga ikan tetap eksis keberadaannya  serta pemanfaatan dana hasil pemeliharaan ikan untukpembangunan Kampung.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Ramayani, R., Firman, F., & Rusdinal, R. (2019). EKSISTENSI IKAN LARANGAN SEBAGAI KEARIFAN LOKAL PEMBANGUNAN MASYARAKAT MINANGKABAU (STUDI KASUS : IKAN LARANGAN DIBATU BUSUK KELURAHAN LAMBUNG BUKIT PAUH PADANG). Jurnal Pendidikan Tambusai, 3(6), 1582-1590. Retrieved from https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/405

References

Afifuddin. (2012). Afifuddin. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Pustaka Setia.
Atmodja. (1986). Pengertian Kearifan Lokal dan Relevansinya dalam Modernisasi dalam Ayathrohaedi Kepribadian Budaya Bangsa (Lokal Genius). Jakarta: Dunia Pustaka.
Bungin, B. (2001). Metodologi Penelitian Sosial: Format-Format Kuntitatif dan Kualitatif. Surabaya: Airlangga University Perss.
Dessy Anwar. (2003). Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya.
Hidayati Deny. (2016). Memudarnya Nilai Kearifan Lokal Masyarajat Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air. Jurnal Kependudukan Indonesia, 11(1), 39–48.
Kartawinata. (2011). Merintas Kearifan Lokal ditengah Modernisasi dan Tantangan Pelestarian, Departemen Pariwisata dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Lubis. (2005). Menumbuhkan (kembali) Kearifan Lokal Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam di Tapanuli Selatan. Jurnal Antropologi Indonesia, Jurnal Ant(3), 263–272.
Ritzer, G. dan D. J. G. (2010). Teori Sosiologi Modern (terj.). Jakarta: Prenada Media.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Usman Sunyoto. (2004). Pembangunan dan Pemberdayan Masyarakat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Wirdaningsih. (2018). Kearifan Lokal Minangkabau. Yogyakarta: Deepublish.