Penggunaan Flip Over Pelangi sebagai Media Peningkatan Penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia terhadap Anak Sekolah Menengah Pertama (SMP 1 Bandar Lampung)

Main Article Content

Sariyah Astuti
Dian Puspita

Abstract

Penggunaan Flip Over Pelangi sebagai media peningkatan  penggunaan ejaan bahasa Indonesia terhadap siswa SMP penggunaan ejaan bahasa Indonesia merupakan suatu gagasan dalam menjawab kesulitan guru dalam mengarahkan perhatian, minat, dan motivasi anak terhadap pokok bahasan ejaan bahasa Indonesia.Tujuan penelitian ini adalah memaparkan Flip Over Pelangi sebagai media peningkatan kemampuan penggunaan ejaan bahasa Indonesia bagi anak usia dini serta menjelaskan cara penggunaannya dalam proses pembelajaran. Flip Over Pelangi merupakan media visual yang memiliki karakteristik umum bagi media visual, yaitu: mudah dibuat sendiri secara sederhana, murah biayanya, sesuai dengan emosional anak, mudah dipersiapkan dan digunakan, sangat praktis perawatannya, serta penyimpanannya tidak memerlukan tempat yang luas. Dalam proses pembelajaran guru menjelaskan konsep-konsep dasar materi ejaan bahasa Indonesia disertai dengan contoh-contoh yang terdapat dalam Flip Over Pelangi. Setelah itu, orang tua membagi siswanya ke dalam kelompok-kelompok untuk kemudian ditugaskan untuk menggunakan media ini. Penggunaan media ini diakhiri dengan evaluasi mengenai kegiatan pembelajaran dan diteruskan dengan pembahasan bersama mengenai materi dan soal-soal yang dianggap sulit bagi mayoritas siswa disertai penguatan dari guru. Adanya suasana pembelajaran yang interaktif dan diskusi antarsiswa yang dinamis, maka penggunaan Flip Over Pelangi dalam pembelajaran dapat menjadi media peningkatan kemampuan penggunaan ejaan bahasa Indonesia siswa yang meliputi kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Astuti, S., & Puspita, D. . (2022). Penggunaan Flip Over Pelangi sebagai Media Peningkatan Penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia terhadap Anak Sekolah Menengah Pertama (SMP 1 Bandar Lampung). Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(2), 11281–11287. https://doi.org/10.31004/jptam.v6i2.4228
Section
Articles of Research

References

Ahmad, HP. 2002. “Pendekatan Wacana dalam Pembelajaran Menulis” dalam Makalah Lokakarya Nasional Baca-Tulis bagi Guru SMP, 15 s.d. 22 Oktober 2002.

Depdiknas. 2006. Draft Kurikulum Bahasa Indonesia SD & MI. Jakarta: Pusat Kurikulum, Blitbang Depdiknas.

Depdiknas. 2003. Kamus besar bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Darsono, M. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang. Ekosiswoyo, Rasdi, dkk.1997. Manajemen Kelas, Suatu Upaya Untuk

Memperlancar Kegiatan Pembelajaran. Semarang: IKIP Press.

Hakim, Lukman. 1991. Ejaan dalam Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.

Jakarta: Depdikbud.

Hartono. 1988. Teknik Mengajar. IKIP Semarang Press.

Haryadi, Sugeng dkk. 2003. Psikologi Perkembangan. Semarang: Unnes Press. Hakim, Lukman. 1991. Ejaan dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdikbud Hurlock, E. B. 1996. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang

Rentang Kehidupan. Terjemahan. Jakarta: Erlangga

Mahmud, Dimyati. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta; Rineka Cipta. Mustakim.1996.Tanya jawab Ejaan Bahasa Indonesia untuk Umum. Jakarta:Gramedia.

Sadiman, arief. S. 1.984. Media Pendidikan. Jakarta: CV. Rajawali.

Soedjipto. 1996. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan. Jakarta; Depdikbud.

Sunyobroto, B. 1997. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru.

Sudjana, Nana. 2001. Penilaian hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sudono, Anggani. 2000. Sumber Belajar dan Alat Permainan untuk pendidikian Usia Dini. Jakarta: PT. Grasindo.

Suyatno. 2005. Permainan Pendukung Pembelajaran Bahasa dan Sastra. Jakarta: Grasindo.

Tarigan, Henry, guntur. 1986. Pengajaran Ejaan Bahasa Indonesia. Bandung: Angkasa.

Utomo,Tjipto.1990. Peningkatan dan pengembangan Pendidikan. Jakarta:Gramedia