Tahnik dalam Persfektip Hadis (Studi Analisis Sanad Musnad Ahmad Ibn Hanbal dan Sunan At-Turmudzi)

Main Article Content

Idris Siregar

Abstract

Anak adalah anugerah yang dititipkan Allah kepada ayah dan ibunya, impian untuk mendapatkan anak sangat diharapkan oleh pasangan yang telah menikah, anak juga pewaris keturunan dari ayahnya, salah satu sunnah yang harus diamalkan ketika memiliki anak yang baru lahir adalah mentahniknya. Tahnik adalah memasukkan kurma kering atau basah ke dalam mulut bayi yang baru lahir dan menggosok-gosokkannya ke rahang paling atas. Tahnik ini juga bisa dengan menggunakan madu atau sejenisnya yang mengandung banyak nutrisi gizi dan vitamin. Anjuran tahnik ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW. anak yang ditahnik kemudian didoakan dan diharapakan hidupnya mendapatkan keberkahan hidup serta ketenangan hidup di dunia dan akhirat. Anjuran tahnik ini bisa dilakukan oleh ayahnya sendiri atau bisa juga dengan kakeknya atau ustadz, ulama, kyai dan orang yang dianggap baik dan saleh di pandangan masyarakat setempat, atau bisa juga dengan mendatangi para wali yang untuk mentahniknya serta memohon supaya didoakan dan mendapatkan kesehatan dan keberkahan. Untuk melihat secara jelas tetang perintah tahnik ini, maka mengumpulkan hadis-hadis tentang tahnik adalah langkah pertama kemudian ditakhrij dan dianalisa sehingga mendapatkan hasil yang jelas. Berdasarka hasil penelitian ini maka hadis tentang anjuran tahnik ini terdapat 2 kategori yaitu hadis sahih dan hadis daif, kemudian apakah sama tahnik dan imunisasi.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Siregar, I. (2022). Tahnik dalam Persfektip Hadis (Studi Analisis Sanad Musnad Ahmad Ibn Hanbal dan Sunan At-Turmudzi). Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(3), 13679–13687. https://doi.org/10.31004/jptam.v6i3.4491
Section
Articles of Research

References

_______. Ta?nik Dan Pemberian Asi Sebagai Metode Imunisasi Dalam Perspektif Biomokuler dalam Acara Seminar Nasional Menuju Masyarakat Madani Dan Lestari. DPPM UII. 2014.

_________. Fath al-Bari, Beirut: Dar al-Ma’rifah, 1397 H.

________. al-Isabah Fi Tamyiz as-Sahabah, Bairut: Dar al-Kutb al-‘Ilmiyah, 1412 H.

_________. Sahih Muslim bi Syarh an-Nawai. Bairut: Dar al-Kutb al-‘Ilmiyyah, tth.

‘Abadi Abi at-tayyib Muhammad Syams al-Haq al-Azhim, ‘Aun al-Ma’bud Syarah Sunan Abi Daud. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1410 H/ 1990 M.

‘Abadi, Muhammad Abu al-Lais al-Khair, Mu’jam al-Mustalah al-Hadis. Selagor: Dar asy-Syuruq, 1425 H/ 2004 M.

Abu Abdillah Muhammad Ibn Ismail al-Bukhari. (2010). Sahih al-Bukhari. Dar al-Fikr.

Al Gaz?l?, Mu?ammad. Studi Kritik Atas Hadis Nabis saw Antara Pemahaman Tekstual dan Kontekstual diterjemahkan oleh Mu?ammad al Baqir. Bandung. Mizan. 1993.

Al-Ainy, Badruddin Abi Muhammad Mahmud Ibn Ahmad. Umdatul Qari Syarah Sahih al-Bukhari, Beirut: Dar al-Kutb al-Ilmiyah, 2005.

Al-Asqalani, Ahmad Ibn Ali Ibn Hajar. Tahzib at-Tahzib, Beirut: Dar al-Fikr, 1994.

Al-Bukhari, Abu Abdillah Muhammad Ibn Ismail. Sahih al-Bukhari, Beirut: Dar al-Fikr, 2010.

Al-Misri, Jamaluddin Abi Fadl Muhammad Ibn Mukrim Ibn Manzur al-Ansari al-Ifriqi. LIsanul Arab, Beirut: Dar al-Kutb al-Ilmiyah, 2005.

Al-Mizzi, Jamal ad-Din Abi al-Hajjaj Yusuf, Tahzib al-Kamal Fi Asma’ ar-Rijal. Bairut: Mu`assasah ar-Risalah, 1413H/1992 M.

Al-Mubarakfuri, Abu Ali Muhammad Abdurrahman Ibn Abdurrahim. Tuhfah al-Ahwazi Syarah Jami’ at-Turmuzi, Yordania: Baitul Afkar ad-Dauliyah, tth.

An-Nawawi, Muhy ad-Din Abi Zakariya Yahya ibn Syarf. al-Azkar an-Nawawi. Indonesia: al-Haramain, 1375 H/1955 M.

Al-Qastalani, Syihab ad-Din Abi al-‘Abbas Ahmad Ibn Muhammad asy-Syafi’i, Irsyad as-Sari li Syarh Sahih al-Bukhari. Bairut: Dar al-Kutb al-‘Ilmiyyah, 1416 H/1996 M.

Ar-Razi, Abi Muhammad ‘Abd ar-Rahman Ibn Hatim Muhammad Ibn Idris al- Munzir at-Taimimi al-Hanzali, Kitab al-Jarh wa at-ta’dil. Bairut: Dar al-Kutb al-‘Ilmiyah, 1372 H.

Asy-Syaukani, Muhammad ‘Ali Ibn Muhammad, Nail al-Autar min Ahadis Said al-Akhyar Syarh Muntaqa al-Akhbar. Kairo: Dar al-Hadis, tanpa tahun.

At-Tirmizi, Sunan at-Tirmizi. Mesir: Mustafa al-Halabi, tanpa tahun.

Az-Zahabi, Abi ‘Abdullah Muhammad ibn Ahmad ibn ‘Usman, Mizan al-I’tidal Fi an-Naqd ar-Rijal. Bairut: Dar al-Fikr, tanpa tahun.

Az-Zain, Hamzah Ahmad, al-Musnad li al-Imam Ahmad Ibn Muhammad Ibn Hanbal. Kairo: Dar al-Hadis, 1416 H/1995 M.

Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Kompas Gramedia, 2010.

Firkus, Muhammad Ali. Sunnah-Sunnah Setelah Kelahiran, Jakarta: Pustaka Imam Bonjol, 2015.

Hajaj, J. A. (1994). Tahdzib al Kamal fi Asma? ar Rijal. Darl al Fikr.

Hakim, M Saifudin, dkk. Imunisasi Lumpuhkan Generasi ?. Yogyakarta. Pustaka Muslim. 2014.

Ibn Mandhur, M. (2005). Lisanul Arab. Sadir Institute.

Jamaluddin, I. A. al-H., & Al-Mizzi, Y. (1980). Tahzib al-Kamal Fi Asma’i ar-Rijal. Mu’assasah Ar-Risalah.

Jauziyyah, I. Q. (2015). Metode pengobatan Nabi Saw. Jakarta: Griya Ilmu.

Muhammad Ali Firkus. (2015). Sunnah-Sunnah setelah kelahiran. Pustaka Imam Bonjol.

Muhtarom. (2015). Mengungkap rahasia & kebenaran ilmiah ?adi?-?adi? Nabi. CV Karya Abadi Jaya.

Notoatmojo, Harsoyo. Peran Imunitas Tubuh Dalam Pencegahan Penyakit Hepatitis Virus Pada Anak dalam acara Peresmian Penerimaan Jabatan Guru Besar Dalam Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Undip. 2004.

Subhan, S. (2012). Hadis kontekstual (Suatu kritik matan hadis). Mazahib, 10(2), 57792.

Susilorini. Metode Imunisasi Ciptaan Allah Salusi Islam dalam Imunisasi. Yogyakarta. Rumah Media. 2013.

Thalbah, H. (2008). Ensiklopedia mukzizat Al Quran dan Hadis. PT Sapta Sentosa.

Wensinck, A.J. al-Mu’jam al-Mufahras Li li Alfazi al-Hadis an-Nabawi. Leiden: E. J. Brill, 1962.