PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI IN HOUSE TRAINING

Main Article Content

Asep Dimyadi Maolana

Abstract

Kualitas pendidikan yang bagus akan menciptakan sumber daya manusia yang handal dimasa yang akan datang.Faktor penting yang harus diperhatikan oleh seorang guru sebagai ujung tombak pendidikan adalah segala bentuk persiapan yang harus direncanakan dengan baik, terutaman dalam memperiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Banyak guru yang masih hanya sekedar meniru RPP yang sudah ada, tanpa memperhatikan kesesuaiannya dengan situasi dan kondisidi mana guru tersebut mengajar. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 011 Kembang Harum dengan jumlah guru sebanyak 12 orang dan dilaksanakan dalam dua siklus. Dari hasil penelitian dan analisa data, ternyata diakhir penelitian pada siklus kedua, kompetensi guru dalam menyusun RPP terjadi peningkatan yang signifikan dibandingkan pada pelaksanaan siklus pertama. Hal yang sangat menonjol adalah pada komponen : Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Alokasi Waktu dan Penilaian. Secara umum, dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP di SDN 011 Kembang Harum Kecamatan Pasir Penyu dapat dilakukan melalui In House Training (IHT).Dari hasil penelitian ini, telah terjadi peningkatan kompetensi tersebut sebesar 12 %. Dimana pada siklus pertama kompetensi guru dalam menyusun RPP hanya 74%, mengalami peningkatan menjadi 86% pada siklus kedua.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Maolana, A. D. (2018). PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI IN HOUSE TRAINING. Jurnal Pendidikan Tambusai, 2(3), 953–969. https://doi.org/10.31004/jptam.v2i5.74
Section
Articles of Research

References

Admodiwirio, Soebagio. 1993. Manajemen Training. Jakarta : Balai Pustaka.
Depdiknas. 2003. UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.Jakarta:Depdiknas.
Depdiknas. 2004. Standar Kompetensi Guru Sekolah Dasar.Jakarta: Depdiknas.
Depdiknas. 2005. UU RI No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Jakarta:Depdiknas.
Depdiknas. 2005. Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: Depdiknas.
Depdiknas. 2007. Permendiknas RI No. 41 Tahun 2007a tentang Standar Proses. Jakarta: Depdiknas.
Depdiknas. 2007. Permendiknas RI No. 12 Tahun 2007b tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah. Jakarata: Depdiknas.
Depdiknas. 2008. Perangkat Pembelajaran Kurikulum Tingkat Satuan PembelajaranSMA. Jakarta.
Depdiknas. 2008. AlatPenilaianKemampuanGuru. Jakarta:Depdiknas.
Depdiknas. 2009. PetunjukTeknis Pembuatan Laporan Penelitian Tindakan Sekolah Sebagai Karya Tulis Ilmiah Dalam Kegiatan Pengembangan Profesi Pengawas Sekolah.Jakarta.
Echols, John M. dan Hassan Shadily. 1984. Kamus Inggris-Indonesia. Jakarta: Gramedia.
Handoko, Hani. 1993. Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia. Yogyakarta : BPEE.
Kemendiknas. 2010. Penelitian Tindakan Sekolah. Jakarta.
Kristanto, M. 2008. Pengelolaan Pembelajaran Kreatif. Semarang: IKIP PGRI Press.
Muhibbinsyah. 2006. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nadler, L. 1982. Designing Training Programs: The Critical Event Model. California : Addison-Wesley Publishing Company, Inc.
Nawawi, Hadari. 1985. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Notoadmodjo, Soekidjo. 1992. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta.
Nurhadi. 2004. Kurikulum 2004. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
Sagala. 2010. Manajemen Startegik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sudjana, Nana. 2012. Standar Kompetensi Pengawas Dimensi dan Indikator. Jakarta: Binamitra Publishing.
Sudjana. 2005. Metode Statistika. Bandung: PT Tarsito.
Suparlan. 2005. Menjadi Guru Efektif. Yogyakarta: Hikayat Publishing.
Tim Redaksi Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi kedua