Desain Motif, Alat dan Proses Pembuatan Kerajinan Bordir Kerancang Bukittinggi

Main Article Content

Weni Nelmira
Adriani Adriani
Halmawati Halmawati

Abstract

Sumatera Barat terkenal memiliki kerajinan bordir yang indah, khas dan pengerjaan yang halus serta dikerjakan dengan telaten oleh tangan-tangan terampil. Salah satu daerah penghasilnya adalah Kota Bukittinggi, namun hasil karya tersebut belum terinventaris dengan lengkap dan didokumentasikan sebagai suatu aset daerah.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah; observasi, wawancara dan dokumentasi. Prosedur analisa data menggunakan analisis interpretasi yang dideskripsikan dengan melakukan triangulasi.Triangulasi yang dilakukan menguji keabsahan data dengan mengkaji berbagai teori dan sumber yang relevan. Tahapan analisis data dimulai dari display data, reduction datadanpenarikan kesimpulan.Penelitian ini dirancang untuk dapat mengumpulkan, menginventaris serta mendokumentasikan desain motif, alat serta proses pembuatan bordir kerancang di Bukittinggi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain bordir kerancang di Bukittinggi bersumber dari bentuk-bentuk naturalis dan geometris yang dikelompokkan menjadi 25 bentukdesain motif bordir. Alat yang digunakan mencakup alat utama, alat pendukung dan alat pelengkap. Proses pembuatan kerajinan bordir dimulai dari proses persiapan, proses membordir dan proses finishing produk. Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan bagi pengembangan industri bordir kerancang serta bahan kajian pada pembelajaran bordir di lembaga pendidikan formal ataupun lembaga pendidikan non formal bidang bordir.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Nelmira, W., Adriani, A., & Halmawati, H. (2021). Desain Motif, Alat dan Proses Pembuatan Kerajinan Bordir Kerancang Bukittinggi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(1), 542–550. https://doi.org/10.31004/jptam.v5i1.978
Section
Articles

References

Budiastuti, E. (2005). Teknik Bordir Sasak. Journal.uny.ac.id. Retrieved from Journal.uny.ac.id › wuny › article › download › pdf%0A

Ernawati, Izwerni, & Weni Nelmira. (2008). Tata Busana. (Winarti, Ed.) (Jilid 2). Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Tahun.

Kriswati, Enny. 2010. Seni Bordir Pedoman Praktis Untuk Pemula. Bandung : Penerbit Humaniora

Loita, A., & Husen, W. R. (2018). Variasi Bentuk Dan Makna Motif Bordir Di Sentra Bordir Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Jurnal Pendidikan Dan Kajian Seni, 3(2), 166–179.

Nelmira, W. (2014). Pengetahuan Dasar Bordir. Padang: Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang.

Nurdhani, D. P. A., & Wulandari, D. (2016). Teknik Dasar Bordir. Kemdikbud.

Poespa, Goet(2005)Panduan membuat ragam hias motif bordir serta penerapannya. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Putra, R. K. (2017). Kajian Terhadap Variasi Bentuk Motif, Teknik Pembuatan, Dan Jenis Produk Bordir Masin Itam Di Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam. Ejournal.Unp.Ac.Id. Retrieved from ejournal.unp.ac.id › serupa › article › download

Rosma, R. (1997). Nukilan Bordir Sumatera Barat. Padang: Citra Budaya Indonesia.

Suhersono, H. (2004). Desain Bordir Motif Kerancang, Tepi, dan Lengkung. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Suhersono, Hery. 2011. Mengenal Lebih Dalam Bordir Lukis Transformasi Seni Kriya ke Seni Lukis. Jakarta: Dian Rakyat.