Pendidikan Inklusi di Kota Payakumbuh

Main Article Content

Jaenam Jaenam
Kharles Kharles

Abstract

Pendidikan inklusi merupakan layanan pendidikan yang diberikan kepada anak yang berkebutuhan khusus. Kota Payakumbuh terkenal dengan kota inklusi di Sumatera Barat. Namun demikian pendidikan inklusi ini mengalami banyak persoalan salah satunya tentang pembauran anak yang berkebutuhan khusus. Tujuan penelitian ini adalah agar  pendidikan inklusi di Payakumbuh dapat diketahui masalah-masalah yang ada pada sekolah reguler. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini data berdasarkan hasil wawancara dengan praktisi pendidikan di Payakumbuh dan guru-guru yang terlibat dalam pendidikan inklusi ini. Hasil penelitian ini adalah kebijakan pemerintah yang tertuang dalam UndangUndang Nomor 20 tahun 2003 pada pasal 32 dan Permendiknas nomor 70 tahun 2009 yaitu dengan memberikan peluang dan kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh pendidikan di sekolah regular. Payakumbuh sebagai penyelenggarakan pendidikan inklusi harus menyediakan Guru Pembimbing Khusus (GPK) dalam membantu proses belajar. Tujuannya agar penyerapan pengetahuan oleh anak-anak berkebutuhan khusus itu bisa maksimal dan tidak tertinggal jauh dibandingkan anak-anak normal. Oleh sebab itu kota Payakumbuh menyediakan fasilitas berupa tempat mendidik guru-guru khusus tersebut dengan membangun Sekolah Luar Biasa (SLB) Centre yang berfungsi untuk mendidik dan membina Guru Pendamping Khusus (GPK) yang ditempatkan di sekolah-sekolah reguler. Banyak sudah GPK dilahirkan dari SLB Centre ini, ada sekitar 61 orang GPK yang ada di kota Payakumbuh yang ditempatkan disemua jenjang pendidikan, mulai dari SD, SLTP dan SLTA.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Jaenam, J., & Kharles, K. (2021). Pendidikan Inklusi di Kota Payakumbuh . Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(1), 514–519. Retrieved from https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/980
Section
Articles

References

Budiyanto, et.,al. 2013. Modul Pelatihan Pendidikan Inklusif. Jakarta: Kemendikbud.

___________, 2005. Pengantar Pendidikan Inklusif Berbasis Budaya Lokal. Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas, 2007. Pedoman Khusus Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif: Kegiatan Pembelajaran. Jakarta: Depdiknas.

___________, 2003. Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional: Permendiknas No. 70 tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif bagi Peserta Didik yang memiliki kelainan atau memiliki kecerdasan dan /atau bakat istimewa. Jakarta: Depdiknas

Payakumbuh Menjadi Kota Inklusi Pertama di Indonesia, Padang Ekspres.co.id, 1 Juli 2012

Kustawan, Dedy. 2012. Pendidikan Inklusif dan Upaya Implementasinya. Bandung: Luxima Metro Media.

Meleong. Levi J. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosdakarya.

Salim, A. C.H, Munawir Yusuf dan Munzayanah. 2003. Model Pendidikan Inklusi di Indonesia dan Implementasinya di Propinsi Jawa Tengah. Laporan Seminar Nasional, Surakarta : PPRR, LPPM, UNS

Sunardi. 2003. “Pendekatan Inklusif Implikasi Managerialnya”, Dalam Jurnal Rehabilitasi Remidiasi, 13, 144-153

__________. 2009. Pendidikan Inklusif : Implementasinya di Indonesia. Makalah. Disampaikan Pada Acara Seminar Nasional tentang Model Pendidikan Inklusif di Indonesia dan Implementasinya di Jawa Tengah, di Universitas Sebelas Maret Surakarta

Sukanti R. Bintoro. Kerangka Kerja Bagi Pendidikan Inklusif Berkualitas. Makalah. Tanpa tahun

Ulfah Fatmala Rizky. Identifikasi Kebutuhan Siswa Penyadang Disabilitas Pasca Sekolah Menengah Atas, dalam “Indonesian Jounal of Disabillity Study” volume 1 Issue 1 pp. 52 – 59 June 2014