Tradisi Maureh Sasaran sebagai Wadah Pewarisan Nilai-Nilai Budaya pada Masyarakat Dunia Persilatan di Kota Padang

Main Article Content

Sarbaitinil Sarbaitinil

Abstract

Tujuan melakukan penelitian, yaitu: mengetahui dan mendeskripsikan tradisi Maureh Sasaran pada masyarakat dunia persilatan di Pauh kota Padang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pengambilan data di lapangan menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi pustaka. Analisis data menggunakan pendekatan Miles dan Huberman terdiri atas tiga aktivitas, yaitu reduction data, display data, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Maureh Sasaran merupakan tradisi yang biasa dilakukan oleh masyarakat dunia persilatan di Pauh kota Padang secara turun temurun dari dahulunya. Saat ini tradisi tersebut sudah jarang dilakukan oleh masyarakat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: Jarangnya silaturrahmi pemuka masyarakat dunia persilatan, merasuknya budaya asing, rendahnya minat generasi muda untuk belajar silat, banyaknya Tapian tidak aktif lagi. Dalam tradisi Maureh Sasaran ini terkandung nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Nilai-nilai tersebut dapat diinterpretasikan melalui beberapa persyaratan yaitu: Bahan aia paureh, ayam jantan balang tigo, kemenyan, batu nikie, cirik basi, limau kapeh, dan bareh saganggam. Nilai-nilai tersebut adalah nilai kesabaran, keberanian, keikhlasan, ketangguhan, dan kegigihan. Artinya, sebagai seorang pesilat harus menginternalisasikan nilai-nilai ini sekaligus mengimplemetasikan dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, nilai-nilai ini diwariskan kepada generasi penerus melalui sasaran-sasaran pencak silat, maupun melalui proses pendidikan di sekolah dalam rangka menumbuh-kembangkan karakter bangsa.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Sarbaitinil, S. (2021). Tradisi Maureh Sasaran sebagai Wadah Pewarisan Nilai-Nilai Budaya pada Masyarakat Dunia Persilatan di Kota Padang. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(1), 626–639. Retrieved from https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/997
Section
Articles of Research

References

Abdurahman. 2011. Nilai-Nilai Budaya dalam Kaba Minangkabau. Padang: UNP Press

Abidin M. 2004. Silabus Surau, Panduan Pembelajaran Budaya Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Sumatera Barat Padang: PIPM

Adimihardja, Kusnaka. 2008. Dinamika Budaya Lokal. Bandung: CV. Indra Prahasta bersama Pusat Kajian LBPB.

Alismarajo dkk. 2001. Tantangan Sumatera Barat Mengembalikan pendidikan Berbudaya Minang. Jakarta: Citra Pendidikan

Creswell, W. John. 2010. Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed (Terjemahan). Yogyakarta: Pustaka pelajar

Daulay Haedar Putra. 2007. Pendidikan sebagai Transformasi Nilai-Nilai Kebudayaan. Jakarta: Pranada Media

Elmubarok, Zain. 2008. Membumikan Pendidikan Nilai. Bandung: Alfabeta.

Firdaus, Firdaus, Dian Kurnia Anggreta, and Faishal Yasin. 2020. “Internalizing Multiculturalism Values Through Education: Anticipatory Strategies for Multicultural Problems and Intolerance in Indonesia.” Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya 22(1):131. doi: 10.25077/jantro.v22.n1.p131-141.2020.

Hamidy, B. M., 1991, Upacara Tradisional Daerah Bengkulu: Upacara Tabot di Kota madya Bengkulu, Depdikbud, Jakarta.

I Ketut Gobyah. Berpijak pada Kearifan Lokal. Diambil dalam http://www. balipos.co.id, tanggal 1 November 2017

Jamilus. 2010. Kesenian Silat dalam Kehidupan Orang Minangkabau. Ranah Seni: Seni dan Desain, Volume 03 Nomor 02, Maret 2010.

Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi, Edisi Revisi 2009. Jakarta: Rineka Cipta.

Maryono, O’ong. 1998. Pencak Silat Merentang Waktu. Cetakan Pertama. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Mattulada. 1997. Kebudayaan Kemanusiaan Dan Lingkungan Hidup. University Press

Miles, Mattew B. dan Huberman, A. Michael. (1992). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Esten, Mursal. 1999. Kajian Transformasi Budaya. Bandung: Angkasa.

Esten, Mursal. 1993. Minangkabau: Tradisi dan Perubahan. Padang: Angkasa Raya

Nyoman Sirtha. 2011. Menggali Kearifan Lokal untuk Ajeg Bali dalam http://www.balipos.co.id, diambil pada tanggal 12 September 2017

Piotr Sztompka. 2007. Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta: Prenada Media Grup

Purwasasmita, M. 2010. Memaknai Konsep Alam Cerdas dan Kearifan Nilai Budaya Lokal (Cekungan Bandung, Tatar Sunda, Nusantara, dan Dunia)Peran Local Genius dalam Pendidikan Karakter Bangsa Prosiding Seminar. Bandung: Widya Aksara Press.

Sarbaitinil, and Firdaus. 2019. “The Character Values In Minangkabau Traditional Martial Arts.” International Journal of Scientific & Technology Research 8(10):846–50

Sartini. 2006. Menggali Kearifan Lokal Nusantara Sebuah kajian Filsafati. http://filsafat.ugm.ac.id, diakses tanggal 20 September 2017.

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R & D. Bandung: Alfabeta