PENINGKATAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN IPS MELALUI PENGGUNAAN ICE BREAKER HUMOUR DI KELAS V SD NEGERI 22 BENGKALIS

Main Article Content

Basyarudin Basyarudin

Abstract

Pembelajaran IPS merupakan mata pelajaran yang sarat dengan konsep, analisis, dan hierarkis. Jika proses pembelajaran IPS berlangsung secara monoton dan konvensional, maka siswa akan cenderung merasakan kebosanan atau kejenuhan dalam belajar dan kurangnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran yang berujung pada rendahnya efektivitas pembelajaran. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan strategi pembelajaran menyenangkan melalui optimalisasi jeda strategis menggunakan ice breaker humor sebagai upaya peningkatan efektivitas pembelajaran IPS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan ice breaker humor dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa yang tergambar dari suasana pembelajaran yang menyenangkan di kelas dan hasil belajar siswa yang memenuhi standar yang telah ditentukan. Dari hasil analisis observasi reaksi siswa pada saat jeda strategis dilaksanakan, sebanyak 81,69% siswa meningkat aktivitasnya dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Dengan demikian penggunaan ice breaker humor dapat menciptakan suasana belajar menyenangkan dan berdampak pula terhadap capaian hasil belajar. Berdasarkan analisis terhadap hasil belajar siswa, diperoleh gambaran bahwa hasil belajar siswa meningkatkan menjadi rata-rata 73,89%, yang mana hal ini relatif lebih tinggi dari pada hasil belajar sebelumnya.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Basyarudin, B. (2019). PENINGKATAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN IPS MELALUI PENGGUNAAN ICE BREAKER HUMOUR DI KELAS V SD NEGERI 22 BENGKALIS. Jurnal Pendidikan Tambusai, 3(1), 274-284. https://doi.org/10.31004/jptam.v3i1.223
Section
Articles

References

Akhirmen. 2004. Statistik 1. Padang: Jurusan Ekonomi Fakultas Ilmu Sosial UNP.
Arikunto, Suharsimi. 1999. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Tarsito.
Arikunto, Suharsimi, dkk. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Berk, R.A. 1998. “Student Rating of 10 Strategies for Using Humor in College Teaching”. Journal of Excellece in College Teaching, 7, 71-92.
Brotherton, P. 1996. “The Company that Play Together”. HR Magazine, 41, 76-83.
Buzan, Tony. 2002. Gunakan Kepala Anda (Teknik Berpikir, Belajar, dan Membangun Otak). Jakarta: Delapratasa.
Cerya, Efni. 2008. “ Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Ekonomi melalui Penggunaan Ice Breaker Humor di Kelas X.c SMA Pembangunan Kopri UNP Padang”. Skripsi tidak Diterbitkan. Padang: Pendidikan Ekonomi, FE UNP.
Cooper, K. Robert dan Sawaf, Ayman. 1999. Executive EQ-Kecerdasan Emosional dalam Kepemimpinan Organisasi. Terjemahan Alex Trikuntjoro Widodo. Jakarta: Gramedia.
Darmansyah. 2007. “Pembelajaran Menggunakan Sisipan Humor dalam Mata Pelajaran Matematika”. Disertasi tidak Diterbitkan. Padang: Program Pasca Sarjana UNP.
DePorter, Bobbi dan Hernacki, Mike. 1999. Quantum Learning. Terjemahan Alwiyah Abdurrahman. Bandung: Kaifa.
DePorter, Bobbi, Reardon Mark, Singer-Nouri, Sarah. 1999. Quantum Teaching. Terjemahan Ary Nilandari. Bandung: Kaifa.
Dhoroty, Lynn. 1991. The ACT Aproach: The Artful Use of Suggestion for Integrative Learning. Bremen. Germany: PLS Verlag.
Dimyati dan Mudjiono. 1997. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Dpukularah, Syaiful Bahri. 2000. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta.
Dryden, Gordon dan Vos, Jeannette. 2000. Revolusi Cara Belajar. Bandung: Kaifa.
Depdiknas. 2003. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Depdiknas.
Hamalik, Oemar. 2001. Pendekatan Baru Strategi Belajar Mengajar Berdasarkan CBSA. Jakarta: Sinar Baru Algensindo.
Hurlock, Elizabeth B. 2003. Perkembangan Anak Didik 2. Alih bahasa Med Meitasari Tjandrasa. Jakarta: Erlangga.
Joyce, Bruce and Marsha Weil. 1980. Models of Teaching (Second Edition). New Jersey: Prentice Hall.
Kolid, A. 2007. “Kontribusi Persepsi Guru tentang Kurikulum 2004 dan Sikap Mengenai Kompetensi Profesional terhadap Efektivitas Pembelajaran”. Tesis tidak diterbitkan Padang: Pascasarjana UNP.
Kurfiss, J. “Linking Psycological Theory and Instructional Theory” Instructional Media, Vol. 9 (1), 1981, 3-10.
Looman, David dan Kolberg. 1993. The Laughing Classroom. Tiburon: HJ. Kramer.
Lubis, Namora Lumongga. 2009. Depresi: Tinjauan Psikologis. Jakarta: Kencana.
Madya, Sumarsih. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Mulyasa, E. 2007. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Sebuah Panduan Praktis. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Pebriyenni. 2009. Pembelajaran IPS II (kelas tinggi). Padang: Kerja sama Dikti Depdiknas dan Jurusan PGSD FKIP Universitas Bung Hatta.
Pedak, Mustamir. 2009. Metode Supernol Menaklukkan Stres. Bandung: Hikmah.
Reigeluth, Charles, M. 1983. Instructional Design Theories and Model. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates.
Romiszowski, A.J. 1981. Desaigning Instructional System. London: Kogan Page.
Sagala, Syaiful. 2003. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Shapiro, E. Lawrence. 1997. Mengajarkan Emotional Intellegent pada Anak. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama.
Slameto. 1995. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Sudjana, Nana. 2000. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Sinar Baru Algensindo.
Sunarno, Adi. 2005. Ice Breaker – Permainan Atraktif Edukatif untuk Pelatihan Manajemen. Yogyakarta: Andi Offset.
Syah, Muhibbin. 2006. Psikologi Belajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Tea, Taufik. 2009. Inspiring Teaching (Mendidik Penuh Inspirasi). Jakarta: Gema Insani.
Travers, M. Robert. 1982. Essential of Learning.New York:Macmillan PublishingCo.Inc.
Uno, Hamzah. B. 2010. Model Pembelajaran: Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Aksara.
Wangsa, Teguh. 2009. Menghadapi Stress dan Depresi, Seni Menikmati Hidup Agar Selalu Bahagia. Jakarta: Tugu Publisher.
Winkel, W.J.S. 1996. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia