Tindak Elisitasi Interogatif Bahasa Guru dalam Wacana Kelas di SDN Jombatan 5 Jombang

Main Article Content

Fitri Resti Wahyuniarti

Abstract

Guru memegang peran penting dalam proses pembelajaran. Fungsi dan kedudukan guru dalam kelas tidak dapat digantikan oleh media lain seperti: televisi, internet dan lain-lain. Kualitas guru yang dibutuhkan adalah yang memiliki perhatian terhadap kemanusiaan, penuh pengabdian untuk menambah pengetahuan dan keterampilan. Guru berperan sebagai fasilitator dalam kegiatan pembelajaran. Oleh kaena itu, guru harus mampu menggunakan bahasa yang tepat untuk menjadi fasilitator yang baik sesuai dengan konteks. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk tindak interogatif guru dalam wacana kelas. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hal ini sesuai dengan ciri penelitian kualitatif, (1) penelitian ini menggunakan setting alamiah atau pada konteks suatu keutuhan yang berasal dari tuturan guru di dalam kelas; (2) peneliti sebagai instrumen utama (kunci) dalam memperoleh data, memahami data, menganalisis data, menginterpretasi data, dan menyimpulkan data; (3) penelitian ini bersifat deskriptif karena data penelitian ini berupa kata-kata atau kalimat; dan (4) analisis data dilakukan dengan cara menjabarkan atau mendeskripsikan data yang diperoleh. Hasil penelitian berupa bentuk tindak elisitasi interogatif. Bentuk tindak interogatif diikuti dengan beberapa kata tanya meliputi apa, siapa, kapan, berapa, kenapa, mengapa, dan gimana. Selain itu, bentuk interogatif ditandai dengan intonasi interogatif atau tinggi, dan bentuk interogatif dengan intonasi interogatif dan menghilangkan sebagian suku kata.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Wahyuniarti, F. R. (2020). Tindak Elisitasi Interogatif Bahasa Guru dalam Wacana Kelas di SDN Jombatan 5 Jombang. Jurnal Pendidikan Tambusai, 4(2), 910-919. https://doi.org/10.31004/jptam.v4i2.550
Section
Articles

References

Brown, G dan Yule, G. 1996. Analisis Wacana. Terjemahan oleh I. Soetikno. Jakarta: PT

Chaer, A. 2010. Kesantunan Berbahasa. Jakarta: Rineka Cipta.

Chaer, A. dan Agustina, L. 1995. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Coulthard, M. 1977. An Introduction to Discourse Analysis. London: Longman.

Djajasudarma, F. 1994. Wacana: Pemahaman dan Hubungan Antarunsur. Bandung: PT Eresco. Gramedia Pustaka Utama.

Halliday, M.A.K. dan Hasan, R. 1992. Bahasa, Konteks, dan Teks: Aspek aspek Bahasa dalam Pandangan Semiotika Sosial. Terjemahan Asruddin Barorri Tou. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Karim, A. 2008. Penggunaan Tindak Imperatif dalam Wacana Kelas: Kajian Etnografi Komunikasi di Madrasah Aliyah Alkhairaat Palu. Disertasi tidak diterbitkan. Malang: Pascasarjana Universitas Negeri Malang.

Moeliono, A., Alwi, H., .Lapoliwa, H., Dardjowidjojo, H. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Moleong, L. J. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

Ramlan, M. 1987. Sintaksis. Yogyakarta: CV Karyono.

Rani, A., Martutik,& Arifin, B. 2006. Analisis Wacana: Sebuah Kajian Bahasa dalam Pemakaian. Malang: Bayu Media Publishing.

Richard, J. C. 1995. Tentang Percakapan. Terjemahan Oleh Ismari. Surabaya: Airlangga University Press.

Santoso, A. Tanpa Tahun. Desain Etnografi dalam Penelitian Pengajaran Bahasa, Makalah disajikan dalam Perkuliahan Penelitian Pengajaran Bahasa dan Sastra, Jurusan Bahasa Indonesia, Fakultas Sastra UM, Malang.

Sudaryanto, 1988. Metode Linguistik: Bagian Kedua (Metode dan Aneka Teknik Pengumpulan Data). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Suhendar, D. 2008. Strategi Pembelajaran Bahasa. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Tarigan, H. G. 1987. Pengajaran Wacana. Bandung: Angkasa.