Rancangan Tari Kreasi terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini

Main Article Content

Afri Sonya Delia
Indra Yeni

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rancangan tari kreasi terhadap perkembangan motorik kasar anak usia dini. Perkembangan motorik kasar anak usia 5-6 tahun harusnya hampir sama dengan perkembangan orang dewasa, akan tetapi masih banyaknya perkembangan motorik kasar anak yang belum optimal. Masa kanak-kanak merupakan saat yang tepat untuk melatih anak tentang berbagai keterampilan motorik kasar salah satunya melakukan gerakan tari. Tari merupakan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak karena dalam melakukan gerakan-gerakan tersebut merupakan suatu kegiatan belajar sambil bermain. Metode penelitian yang dilakukan adalah studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data dengan menelaah sumber primer berupa buku referensi dan jurnal yang relevan dengan masalah penelitian. Setelah mendapat data yang diperlukan maka dilanjutkan dengan menganalisis data. Analisis dilakukan dengan menghubungkan antara masalah dengan konsep teori yang relevan. Hasil penelitian ini yaitu rancangan gerakan tari kreasi sangat menarik bagi anak sehingga dapat mengembangkan kemampuan motorik kasar anak secara optimal.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Delia, A. S. ., & Yeni, I. . (2020). Rancangan Tari Kreasi terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini . Jurnal Pendidikan Tambusai, 4(2), 1071-1079. https://doi.org/10.31004/jptam.v4i2.570
Section
Articles

References

Allen,K.Eileen. (2010). Profil Perkembangan Anak . Jakarta: PT indeks

Anggraini, D. D., & Ittari, A. (2016). Peningkatan Keterampilam Motorik Kasar Melalui Kegiatan Tari Binatang pada Anak Kelompok B TK PGRI I Langkap. Jurnal PG-PAUD Trunojoyo: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini, 3(2), 128-137.

Apriani, D. (2013). Penerapan Permainan Tradisional Engklek untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Kelompok B RA Al Hidayah 2 Tarik Sidoarjo. PAUD Teratai, 2(1).

Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta: PT Asdi Mahasarya

Decaprio, Richard. (2013). Aplikasi Teori Pembelajaran Motorik di Sekolah. Jogjakarta: DIVA Press.

Fitriani, Rohyana. (2018). Perkembangan Fisik Motorik Anak Usia Dini. http://e-journal.hamzanwadi.ac.id di publish Juni 2018

Gunawan, D. (2016). Pengembangan Keterampilan Gerak Dasar Motorik Kasar Melalui Pembelajaran Seni Tari Kipas pada Anak Tunarungu. Jurnal Penelitian Pendidikan, 16(1).

Harahap, Nursapia. (2014). Penelitian Kepustakaan. Jurnal Iqra’ Volume 08 Nomor 01 2014.

Idrawati, I. (2012). Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Tari Kreasi Di Taman Kanak-kanak Melati Kabupaten Solok Selatan. Jurnal Ilmiah Pesona PAUD, 1(1).

Kamtini, Ustadiyah (2018) Pengaruh Seni Tari Terhadap Kemampuan Fisik Motorik Anak Usia 5-6 Tahun di TK Negeri Pembina 1 Medan. https://jurnal.unimed.ac.id di publish juni 2018

Lisnawati, Yesi. (2015). Konsep Khalifah dalam Al-quran dan Implikasinya terhadap Tujuan Pendidikan Islam. Skripsi. Diterbikan. Universitas Pendidkan Indonesia

Manzilatur, Alfi. (2013). Peran Kegiatan Tari Untuk Mengembangkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Kelompok B di TK Muslihat Mazraatul Ulum II Paciran Lamongan. (Skripsi) Universitas Negeri Surabaya: Surabaya http://ejournal.unesa.ac.id di akses 23 November 2016.

Masganti, M. (2017). Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Kegiatan Menari Animal Chicken Dance. http://jurnaltarbiah.uinsu.ac.id (di akses pada tanggal 15 januari 2019 pukul 21:32) Vol. 05, No. 02 Juli-Desember 2017

Mulyasa. (2012). Manajemen PAUD.Bandung : Remaja Rosdakarya

Munawaroh, L. (2018). Penerapan Kegiatan Tari Kreasi Dalam Kemampuan Kinestetik Anak Kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal Kalijaten Taman Sidoarjo. PAUD Teratai, 7(1).

Nugraha, A. (2017). Model Pembelajaran Tari Untuk Meningkatkan Penguasaan Ritme Gerak dan Rasa Musikal bagi Guru Seni Budaya di Provinsi Jawa Barat. JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni), 2(1).

Palupi, Warananingtyas. (2013) Permainan Anak Sebagai Ide Kreatif Perancangan Karya Seni Tari Anak Usia Dini. Vol 28. No 1, Januari 2013

Ratnayanti, R., & Kustiawan, U. (2014). Pengaruh Penerapan Pembelajaran Tari Kreasi Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Siswa Tunagrahita di Sekolah Dasar Luar Biasa. Jurnal Ortopedagogia, 1(3), 238-244

Restian, A. (2016). Desain Pembelajaran Tari Dengan Pendekatan Paikem Gembrot Dalam Theory Of Art di Sekolah Dasar. Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD), 1(3), 146-169.

Rochayati, R. (2018). Konsep Penari dan Ruang Pada Tari Merenungku adalah Gerak. In Prosiding Seminar Nasional Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang (Vol. 5, No. 05).

Rochayati, R. (2019). Bentuk Gerak Tari Srimpi Kadang Premati Sebagai Materi Pembelajaran Pada Mata Kuliah Sejarah Dan Analisi Tari Di Universitas PGRI Palembang. Jurnal Sitakara, 3(2), 69-81

Romlah, (2017). Pengaruh Motorik Halus dan Motorik Kasar Terhadap Perkembangan Perkembangan Kreatifitas Anak Usia Dini. http://ejournal.radenintan.ac.id di publish Desember 2017

Sepriyanti, P. (2020). Bentuk Gerak Tari Kain Di Sanggar Dewan Kesenian Musi Rawas. Jurnal Sitakara 5(1), 103-116.

Sukmaningrum, I. A. (2015). Mengembangkan Ketrampilan Fisik Motorik Halus Anak melalui Kegiatan Menjahit untuk Usia 5–6 Tahun Semester I TK Karangrejo 03 Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun Tahun Ajaran 2015/2016. In Seminar Nasional Ilmu Pendidikan UNS 2015. Sebelas Maret University.

Sulastri, N. M. (2017). Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Melalui Kegiatan Tari Kreasi. Jurnal Kependidikan, 16(1), 85-96.

Sulistiawati, R. (2017). Mengembangkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Gerak Lokomotor di Taman Kanak-Kanak Widya Bhakti Tanjung Senang Bandar Lampung (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung).

Susanto, Ahamad. (2011). Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Prenada Media Grup.

Sustiawati, N. L., Suryatini, N. K., & Artati, A. A. A. M. (2018). Pengembangan Desain Pembelajaran Seni Tari Di Sekolah Dasar Berbasis Localgenius Knowledge Berpendekatan Integrated Learning. Mudra Jurnal Seni Budaya, 33(1), 128-143.

Sutini, A. (2012). Pembelajaran Tari Bagi Anak Usia Dini. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2).

Suyadi dan Maulidya, Ulfah. (2013). Konsep Dasar PAUD. Bandung: Remaja Rosdakarya

Urbaningrum, A., Suminah, S., & Madyono, S. (2018). Meningkatkan Motorik Kasar Melalui Tari Kreasi pada Anak Kelompok B. Wahana Sekolah Dasar, 26(1), 1-6.

Utami, W. T., Yeni, I., & Yaswinda, Y. (2019). Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Tari Tradisional di Taman Kanak-kanak Sani Ashila Padang. Jurnal Ilmiah Potensia, 4(2), 87-94.

Widati, Sri. (2016). Peningkatan Kreativitas Tari Kreasi dengan Pembelajaran Berbasis Proyek. Vol 6 no 1. Januari 2016

Widiyanti, Dini. (2018). Upaya Peningkatan Keterampilan Motorik Kasar Melalui Tari Lenggang Raflesia. http.//ejournal.iainbengkulu.ac.id (diakses tanggal 19 desember 2018 pukul 21:34) Vol.1 no 2 januari 2018

Wulandari, Retno Tri. 2015. Pengetahuan Koreografi untuk Anak Usia Dini. Malang: Universitas Negeri Malang.

Yeni, I. (2012). Model Bermain Sambil Belajar Sains untuk Mengembangkan Keterampilan Proses Peserta Didik di TK Dharmawanita UNP Padang. Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa Sastra dan Seni, 13(1), 83-92.

Yuniastuti, E. (2015). Penerapan Pembelajaran Tari Gantar Untuk Meningkatkan Motorik Kasar Anak Usia Dini Dengan Menggunakan Konsep Developmentally Appropriate Practice (Dap) Di Tk Kartika V-66 Balikpapantahun Pelajaran 2014-2015. Jurnal Penelitian Pendidikan, 15(3).