Penerapan Model Problem Based Learning untuk Melatih Higher Order Thinking Skill Siswa Sekolah Dasar

Main Article Content

Roza Humairah Handayani
Muhammadi Muhammadi

Abstract

Salah satu tantangan pendidikan di Indonesia dewasa ini adalah bagaimana membangun keterampilan abad 21 sebagai indikator ciri masyarakat era global, yaitu masyarakat berpengetahuan (knowledge-based society).Ada dua macam keterampilan berpikir yang perlu dikembangkan oleh siswa yaitu keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking) dan keterampilan berpikir tingkat rendah (Lower Order Thinking).Salah satu komponen yang harus dikembangkan dalam setiap pelaksanaan proses pembelajaran kurikulum 2013 yaitu kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS). Ciri utama berpikir tingkat tinggi adalah mampu berpikir kritis dan mampu berpikir kreatif. Model pembelajaran yang dapat melatih High Order Thingking Skill siswa yaitu Problem Based Learning (PBL), karena siswa memperoleh pengalaman secara langsung, dapat memecahkan masalah sendiri, dan dapat mengubah tingkah laku siswa (pengetahuan, keterampilan, sikap) baik segi kuantitas maupun kualitas. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) adalah model pembelajaran yang menggunakan masalah yang riil (nyata) yang dijadikan sebagai wadah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah yang ditujukan untuk memperoleh konsep-konsep pengetahuan dari sumber  pelajaran.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Handayani, R. H. ., & Muhammadi, M. (2020). Penerapan Model Problem Based Learning untuk Melatih Higher Order Thinking Skill Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Tambusai, 4(2), 1494-1499. https://doi.org/10.31004/jptam.v4i2.615
Section
Articles

References

Arends, R. I. (2012). Learning to teach (9th ed.). New York, NY: McGraw-Hill

Arini. 2017. Melatih Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Dalam Pembelajaran Matematika Pada Siswa Sekolah Dasar.Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar.4(20): 143–56.

Baderan, J. K. (2018). Pedagogika Jurnal Ilmu Pendidikan Volume 9 (Nomor 2) 2018. 9(Nomor 2), 152–178.

Dennis. (2016). Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Kelas V SD. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar. (Vol 04 No.02)

Faisal. (2014). Sukses Mengawal Kurikulum 2013 di SD. Yogyakarta: Diandra Creative.

Farida. S. (2015). Penerapan Model Problem Based Learning Dalam Inovasi Pembelajaran Ips Di Sekolah Dasar.

Fatchiyah. 2013. Pengaruh Pbl Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Edisi : 737–45.

Hosnan. (2014). Pendekatan Scientifik dan Konstektual dalam PembelajaranAbad 21. Jakarta:Ghalia Indonesia.

Ibrahim, A. S. E., & Nadjamuddin, L. (2019). Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi pada Siswa SMA Negeri 1 Palu. 9–20.

Kemendikbud, 2017. Modul Penyusunan Higher Order Thinking Skill (HOTS). Jakarta: Direktort Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departeman Pendidikan dan Kebudayaan.

Nasir, M., Pasaribu, M., Otomotif, T., Teknik, F., & Padang, U. N. (2017). Model Problem Based Learning. 17(2).

Primayana, K. H., & Karakter, P. (2019). Menciptakan Pembelajaran Berbasis Pemecahan Masalah dengan Berorientasi Pembentukan Karakter Untuk Mencapai Tujuan Higher Order Thingking Skilss ( HOTS ) pada Anak Sekolah Dasar. 3(2), 85–92.

Rofiah, Aminah & Ekawati. (2013). Penyusunan Instrumen Tes Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Fisika pada Siswa SMP. Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. 1(2), 17–22.

Sutrio. (2018). Pengembangan Bahan Ajar Fisika Eksperimen Berbasis Proyek Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Calon Guru Fisika. Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi. (Vol 4 No.1). 131-140