Dampak Perceraian Orang Tua terhadap Perilaku Agresif Anak Usia 4-5 Tahun di PAUD Bina Bangsa Kampung Tongah Pasaman

Main Article Content

Gusniar
Prima Aulia

Abstract

Berdasarkan pengamatan dilapangan, peneliti menemukan adanya dampak perceraian orang tua terhadap perilaku agresif anak di PAUD Bina Bangsa Kampung Tongah, Pasaman. Hal ini dilihat dari tingkah laku anak di sekolah berbeda dengan perilaku teman-temannya yang memiliki orang tua lengkap, karena anak merasa kurang mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya, sehingga mereka melampiaskannya dengan perilaku agresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perceraian orang tua terhadap perilaku agresif pada anak usia 4-5 tahun di PAUD Bina Bangsa Kabupaten Pasaman, dan  solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan peneliti adalah guru kelas dan orang tua anak PAUD Bina Bangsa Kampung Tongah Pasaman. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Teknik analisis data digunakan mengikuti langkah Sugiyono: 1) analisis sebelum lapangan; 2) analisis data lapangan. Teknik pengabsahan data menggunakan (1) validitas internal;( 2) validitas ekternal;( 3) reliabilitas; (4)subyektivitas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa perilaku agresif yang dilakukan oleh anak di PAUD Bina Bangsa Kampung Tongah, Pasaman seperti: a) aspek fisik; b) aspek verbal; c) aspek simbolik. selanjutnya penanganan yang dilakukan oleh orang tua dan guru terhadap perilaku agresif anak yang orang tuanya bercerai seperti, memberi kasih sayang, bekerja sama antara pihak sekolah dan orang tua, memenuhi fasilitas anak, menjalin hubungan yang baik, dan membuat media dan metode pembelajaran yang menarik.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Gusniar, & Prima Aulia. (2020). Dampak Perceraian Orang Tua terhadap Perilaku Agresif Anak Usia 4-5 Tahun di PAUD Bina Bangsa Kampung Tongah Pasaman. Jurnal Pendidikan Tambusai, 4(3), 3181–3187. Retrieved from https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/829
Section
Articles

References

Dayakisni, T & Hudaniyah.(2009). Psikologi Sosial. Malang: UMM Press

Gunawan, Imam. (2016). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Bumi Aksara

Izzaty, Rita Eka. (2017). Perilaku Anak Prasekolah. Jakarta: Gramedia

Jahja, Y. (2011). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Prenada Media Group

M. Dagun, Save. (2013). Psikologi Keluarga. Jakarta: Rineka Cipta

M. Yusuf, MY. (2014). Dampak Perceraian Orang Tua Terhadap Anak. Jurnal Al-Bayan Volume 20. No 29

Moleong, Lexy J. (2012). Metode penelitian kualitatif. Jakarta: Edisi Revisi: Remaja Rosdakarya

Mutma’inah, Siti & Rosyana Nailatur (2019). Dampak Perceraian Terhadap Perkembangan Emosi Anak Usia 3-4 Tahun di Yayasan Al-Kautsar, Sukoharjo, Journal of Multidisciplinary Studies. Volume 3 No 2, 2019. ISSN: 2579-9703 (P)/ ISSN: 2579-9711 (E). Desember 2019

Oktavianes, Donamilia. (2018). Perilaku Agresif Siswa yang Memiliki OrangTua Tunggal/ Single Parent. (Skripsi). Padang: FIP UNP

Putro, Khamim Zarkasih. (2016). Bimbingan dan Konseling PAUD. Bandung Remaja Rosdakarya

Susanto, Ahmat. (2017). Teori Pembelajaran Anak Usia Dini; dalam Kajian Neurosains. Bandung: Bumi Aksara

Tola, Yesa Piti. (2018). Perilaku Agresif Anak Usia Dini Dilihat dari Pola Asuh Orang Tua. Jurnal UNJ, Volume 5 No 1. Maret 2018

Wangge, D.R, Barbara. (2013). Hubungan antara Penerimaan Diri dengan Harga Diri pada Remaja Pasca Perceraian Orang Tua, Jurnal Universitas Airlangga, Volume 2 No 1, April 2013

Widiastuti, Reski Yuliana. (2015). Dampak Perceraian pada Perkembangan Sosial dan Emosional Anak Usia 5-6 Tahun. Jurnal PG-PAUD: UNJ, Volume 2 No 2

Yuliaji Haris. (2018). Dampak Perceraian Orang Tua Terhadap Kondisi Emosi Anak. Yogyakarta: Skripsi Universitas Sanata Dharma